Balada Seorang Mahasiswa Desain Multimedia Part 2
Let's Sing ogether!!
2008? 2009? ah, what the heck...
Sekitar satu bulan lalu, orang begitu antusias menyambut tahun baru, lengkap dengan mercon beserta terompetnya... Terkadang gue berpikir, apa sih istimewanya Tahun Baru sehingga harus disambut dengan terompet dan mercon segala? oke, gue bukan orang yang skeptik dan no offense buat kalian yang melakukan hal itu, karena gue juga kok, gue juga ikut nyalain mercon yang percikan apinya dengan sukses nyundut mata kanan gue...
Hanya saja... gue cuma berpikir, bagi kalian yang menyambutnya dengan gembira, apakah makna dari hal tersebut untuk kalian? Tentu berbeda-beda... Karena jujur saja... Buat gue, rasanya satu-satunya hal yang berbeda adalah angka 8 berubah menjadi 9...
Baiklah, agar tidak terlalu offensif, mari kita tinjau dari sisi positifnya...
Banyak dari kalian yang mulai mengatur resolusi baru untuk ke depannya... itu adalah hal yang bagus, berarti kalian punya keinginan yang baik untuk berubah... Dan gue doakan, untuk kalian yang akan mewujudkan resolusi kalian, semoga berhasil dan kalian akan sukses dunia akhirat... amin...
namun dari segi negatif pun ada... beberapa di antaranya, di tempat-tempat rekreasi, seperti Monas misalnya, sampah jadi berserakan! Bahkan menurut berita, sampah tersebut memakan waktu3 hari untuk dibersihkan... aduuuhhh... emang dasar mental orang Indonesia... kalo ntar banjir yang disalahin pemerintah lagiiii... ngaca dulu mas... mbak... yang buang sampah juga siapaaa...
memang di lain pihak, sampah-sampah tersebut, khususnya sampah kertas, botol bekas dsb, menjadi rejeki untuk para pemulung, yang memang dari situlah mereka dapat hidup... hanya saja... apakah harus tetap seperti ini caranya?
Dan bagaimana dengan gue?
Oke... untuk gue sendiri, apa sih makna pergantian tahun? Tentu saja gue juga punya resolusi untuk ke depannya... tapi... sebelum menyusun semuanya, gue perlu mereview kembali apa yang telah gue lakukan pada tahun sebelumnya...
kalo dipikir, mungkin ngga banyak hal berguna yang gue lakukan sepanjang tahun 2008, oke, setidaknya ada... Tapi mungkin tahun 2008 juga tahun yang menyimpan kenangan buat gue, karena di tahun inilah perubahan dalam hidup gue terjadi, yaitu pergantian status dari siswa SMA menjadi Mahasiswa, kedengerannya sih simple, tapi percaya deh, TIDAK SEMUDAH YANG KALIAN BAYANGKAN, well, setidaknya buat gue... Karena itu, kenangan semasa SMA akan sangat berharga...
Selain itu, di tahun 2008 juga gue akhirnya mendapatkan seseorang yang bisa melengkapi gue lagi, setelah dengan perlahan-lahan gue mencoba mengumpulkan pecahan hidup gue yang terbuang selama gue berada dalam "Satu Tahun Yang Sia-sia" selama gue SMA. 6 Februari 2008, saat di mana gue kembali merasakan nyamannya berada di samping seseorang yang dicintai...
dan yang lainnya... mungkin kenangan yang sedikit menyebalkan, karena pada tahun 2008 adalah saat-saat di mana otak gue nyaris pecah dengan segala hal tentang pendidikan, UAS, UAN, Ujian Praktek, SNMPTN, UMB, USM, dan segala macam tetek bengek lainnya, yang artinya adalah, belajar, belajar dan belajar sampe mencret. Gara-gara hal itu juga gue jadi merasa bahwa tahun tersebut adalah tahun penuh perjuangan, oke, jujur saja, rasa tegang selama ujian bisa menjadi sebuah pleasure kalau kita sukses mengerjakannya, dan hal tersebut cuma gue rasakan waktu UAS, UAN dan Ujian Praktek, karena gue lulus, sisanya? Gatot... dan nomer pendaftaran gue ngga pernah muncul di database pemerintah... bye-bye yellow jacket, bye-bye ganesha... and welcome... err... Jacket Telor Asin... Warna Jaket Almamater Gue Emang Ijo Telor Asin, untung ngga ada stempelnya... bisa-bisa dikira dari brebes gue...*
Eniwei... gue sendiri hingga kini masih terus berharap bahwa tahun ini ada titik balik dari apa yang telah gue lakukan, dan ada perbaikan... apak itu perbaikan ekonomi, pendidikan dan whateverlah, selama itu bisa memperbaiki kekurangan yang ada pada 2008 lalu... yah... let's see then... New Year? What The Heck...
Balada Seorang Mahasiswa Desain Multimedia part 1
Yang namanya hidup, penuh dengan asam manis... Mulai dari Kakap asam manis, udang asam manis, bahkan cumi asam manis... oke, garing, cukup sampai di sini ngejayusnya.
Nah, gue pengen sedikit berbagi pengalaman gue sehari-hari kalo lagi kuliah, yang membawa gue pada pengalaman baru...
Gue kuliah di Sekolah Tinggi Desain Interstudi (STDI) di Jl. Kapten Tendean, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dan kebetulan, kampus gue terletak di daerah yang agak ramai, dan kadang-kadang suka macet... Wait, did I say "agak" and "kadang-kadang"? Hell no... Tapi SANGAT ramai dan SELALU macet!! Bukan main...
Nah, keadaan yang selalu macet itulah yang memaksa gue untuk sematang mungkin mengatur jadwal keberangkatan gue kalo mau pergi kuliah dan menuntut ilmu di kampus gue yang juga terletak di pinggir kali.
Secara geografis, kampus gue terletak tepat di tengah cekungan jalan, maksudnya? Jadi gini, dari arah Plaza Tendean sampai RM Ibu Suharti, jalanan menanjak, dan dari arah rumah makan tersebut, jalanan kembali menurun, dan kembali menanjak lagi di perempatan Blok S, dan kampus gue berada tepat di antara kedua titik tersebut. Kali yang mengalir gembira di samping kampus gue juga kadang-kadang suka meluap, nah, dengan letak kampus gue yang berada dalam posisi yang kurang menguntungkan, maka setiap musim penghujan, akan ada UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) baru di kampus gue, yaitu rafting dan scuba diving, alias kebanjiran!
Oke, kembali pada lalu lintas, dulu, waktu awal-awal masuk sebagai junior, gue biasa berangkat ke kampus dengan naek angkot 58 ke arah cililitan, tapi gue berhenti di tol jakarta, tempat bis-bis biasa lewat, dan gue kembali melanjutkan perjalanan menggunakan bis patas mayasari bakti dengan nomor PAC28, yang gue rasa armadanya cuma segelintir, karena nungguin itu bis lewat MASYA ALLAH lamanya... Gue keburu kering nungginnya, karena mereka berangkat dengan jarak interval antar bis 1 jam, jadi kalau gue ketinggalan bis pada jam 10, gue harus nunggu sampe jam 11, dan begitu seterusnya, akhirnya setelah beberapa bulan, gue kapok, dan memutuskan untuk tidak lagi menggunakan bis tersebut, karena berkat bis itu, gue jadi ngga jarang terlambat masuk kuliah, dan dengan suksesnya menghabiskan jatah absen gue sebanyak tiga kali, sekali lagi terlambat pada mata kuliah yang bersangkutan, maka, bye-bye UAS, dan berarti gue bakal lulus lebih lama dari yang gue perkirakan...
Pilihan gue jatuh kepada bis patas reguler 45 jurusan Cililitan-Blok M via Tendean. Dan gue tetep naek angkot 58 untuk mencapai Cawang, tempat itu bis biasa ngetem. Well, memang di cawang sama panasnya dengan terminal Tol Jakarta, tapi seenggaknya gue ngga perlu nunggu terlalu lama untuk mendapatkan bis ke arah kampus gue... Keadaan bis jenaka yang mobilnya diimpor langsung dari Jepang (Bilangnya sih impor, tapi gue yakin, pasti ini bis bekas deh... yang di sana udah ngga layak pakai... Indonesia kena tepuuuww...) ini beda jauh dari PAC28 yang dahulu biasa gue naiki, selain tarifnya lebih murah, yaitu jauh dekat 2.500 perak (PAC28 jauh dekat 6.500), bis ini juga tanpa AC, dan baik pulang maupun pergi selalu mpet-mpetan. Kalau di PAC28 gue pasti dapet tempat duduk, yang ini ngga, gue mesti rebutan, dan biasanya gue jarang dapet tempat duduk, dan harus berdiri selama perjalanan... biarlah... You've got what you've pay...
Kadang-kadang bis semacam ini juga bikin gue was-was, bokap gue bilang kalo di bis ini rawan copet, tapi Alhamdulillah gue ngga pernah dapet kejadian ngga enak macam begitu... Dalam waktu kurang lebih 1/2 jam, gue sampai di kampus dengan selamat, utuh, dan berkeringat.
Kalau tiap hari Jumat, karena gue kuliah pagi, gue harus berangkat jam setengah 7, jadi gue naek omprengan, barengan sama orang yang juga mau ngantor, gue ngambil omprengan yang ke arah blok M, tapi pulangnya lewat Tendean, mengenai hal ini, akan gue ceritakan dalam postingan gue selanjutnya...
Nah, pulangnya biasanya lebih seru... Karen tiap hari Senin dan Selasa, gue pulang bersamaan dengan orang yang baru pulang ngantor, dan berarti gue harus berdarah-darah untuk mendapatkan kendaraan sebelum maghrib menjelang... gue naek bis dengan nomer sama, cuma arahnya aja yang beda... kalau semua lancar, paling lambat jam 7 gue udah nyampe rumah...
Tapi gue menemukan sebuah pencerahan, yaitu... Kawan gue yang berkacamata, Indra! rumahnya di Cililitan, dan dia bawa motor, yak, sekali lagi motor! Begitu menyadari hal tersebut, gue dengan muka penuh harap minta nebeng, dan walhasil, tiap hari Senin dan Jumat, gue bisa nebeng sama dia sampe Cililitan, dan naek 58 dari PGC, berarti, menghemat!! hohohohohhohohoho... Kadang-kadang, gue yang nyetirin Indra pake motornya, yah, tau diri dikitlah, gue kan udah nebeng... hohohohohoho...
Sesekali waktu juga, temen sekelas gue, Wadi, bawa mobil ke kampus, dan rumahnya di Jatiwaringin, yang relatif deketlah ke rumah gue, dan dengan gembira gue selalu menerima tawarannya untuk pulang bareng, dan berarti, lagi-lagi menghemat!! Apalagi dianterinnya sampe rumah, merdeka!!!
Tapi sekarang lebih mantap lagi, abang sepupu gue, rupanya setiap pulang ngantor lewat depan kampus gue, mantapnya lagi, waktu pulangnya samaan, dan akhirnya, cara yang mantap untuk pulang, tanpa ngongkos... Tapi tiap Jumat sih tetep nebeng Indra, pulangnya jam 3 soalnya, hehehehehehehe... yuk mari...
Yak, begitulah sedikit pengalaman gue naek kendaraan umum, sebenarnya masih banyak yang mau gue ceritain, tapi nanti saja, di postingan berikutnya, biar lebih mantap... hehehehehe...
mantap