Tampilkan postingan dengan label things that revolves around me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label things that revolves around me. Tampilkan semua postingan

Sudah berapa lama?

Kamis, 30 Mei 2013

| 0 comments
Sudah berapa lama gue ngga menyentuh blog ini?
sebenernya sih disentuh, tapi cuma gitu doang, ngga ngepost atau ngapa-ngapain, cuma sekedar ngecek doang, dan keadaan masih sama. Statis. Ngga ada cerita yang menarik.

Bukan. Mungkin bukannya ngga ada, tapi belum.

Bicara soal "berapa lama", gue jadi teringat, ada beberapa hal yang sudah lama ini ngga gue rasain, ngga gue nikmatin, bahkan ngga gue temuin. Macem-macem sih.. Udah lama ngga ngerasain nikmatnya tidur siang, udah lama ngga ngumpul-ngumpul bareng temen dan ngalor ngidul sampe malem, udah lama ngga corat-coret pake cat acrylic di atas kanvas atau permukaan apapun, udah lama ngga ini, udah lama ngga itu, udah lama ngga begini, udah lama ngga begitu..

Banyak hal yang keliatannya terlewat oleh gue, entah penyebabnya apa, gue yang terlalu (sok) sibuk dengan kerjaan? belum tiba saatnya untuk ngerasain hal-hal itu lagi? atau emang hal-hal tersebut ngga akan pernah gue rasain lagi?

Anyway, ada satu perasaan yang pada akhirnya kembali gue rasakan. Rasa sayang. Nope, bukannya gue selama ini ngga menyayangi orang-orang terdekat gue, bukan itu maksudnya, ini rasa sayang yang berbeda. Bukan rasa sayang kepada seorang sahabat, bukan rasa sayang yang muncul ketika kita naksir sama seseorang dan berharap dia jadi pacar kita, bukan rasa sayang terhadap benda favorit kita, atau rasa sayang terhadap alam sekitar. Tapi.. rasa sayang kepada seseorang, seseorang yang kita bahkan ngga tau sejak kapan kita jadi sayang sama dia, seseorang yang kita ngga tau sampai kapan kita bakalan terus bersama. In fact, gue bahkan ngga tau dari mana rasa sayang ini dateng. Kompleks banget kan? iye, gue emang ribet, gue tau, tapi ya menurut gue emang begitulah sejatinya rasa sayang.. lo ngga akan pernah bisa ngejelasin dari mana datengnya, kapan perginya, bahkan hakikat dari rasa sayang itu sendiri. Tapi yang gue tau, rasa sayang itu sifatnya universal, tidak ada tawar menawar, semua bisa ngerasain itu.

Lebay? iya emang, tapi ya memang begini yang gue rasain, gue mau ngomong apa lagi? Memang, mungkin karena pengaruh menjomblo selama 3 taunan dan menghadapi penolakan beberapa kali yang bikin gue kesannya jadi jomblo kronis, hahahahahaha. Pret.

Yah, terlepas dari semua itu, kita ngga akan pernah tau, siapa yang pada akhirnya akan ada di sebelah lo, terkantuk-kantuk sambil menyenderkan kepalanya di bahu lo. Atau siapa yang akan memeluk lo dari belakang ketika sedang mengendarai motor berdua pulang dari kampus. Dan siapa yang akan memberikan lo pelukan hangat ketika lo sedang dihantam berbagai pikiran yang bikin hari-hari lo kacau, dan pelukan itu yang membuat lo ngerasa bisa bangkit lagi.

Dan untuk sekarang, gue merasa sangat nyaman dengan kehadirannya di samping gue, terlepas dari adanya sebuah perbedaan di antara kita, gue ngerasa untuk saat ini, dia yang mampu mengisi kekosongan yang selama ini gue biarin, dia yang mampu mengimbangi segala ketololan gue, dia yang mampu memberikan kehangatan meskipun hanya dari sebuah pelukan sederhana atau kecupan yang datang dari bibirnya yang lembut.

Sudah berapa lama gue ngga ngerasain hal-hal itu?

udah ngga penting lagi, dia udah ada di samping gue sekarang :)

Suatu saat nanti..

Jumat, 31 Agustus 2012

| 0 comments
Komik adalah sesuatu yang sakral dalam hidup gw.

Sejak mengenal benda tersebut belasan tahun silam, komik menjadi bagian penting dalam hidup gw. Pertama kali gw mengenal komik, itu melalui majalah Bobo dan Donal Bebek dan tidak lupa Doraemon serta Dragon Ball. Kegemaran membaca dan bercerita, ditambah hobi menggambar yang diperkenalkan orangtua gw sejak gw berumur 3 tahun, cita-cita gw mantap. Gw mau jadi komikus.

Karakter-karakter fiktif asal Belanda (iya, Bobo aslinya dari Belanda lho, pada tau ngga?), Amerika dan Jepang itu terasa nyata buat gw yang pada saat itu masih SD. Hidup gw penuh dengan pelajaran moral dari Bobo, komedi slapstick dan omelan khas Donal bebek, benda-benda ajaib Doraemon dan kekuatan super Son Goku. Pada saat itu gw belum mengenal komik Indonesia.
Nah, suatu ketika, di SD gw kedatangan mobil perpustakaan keliling, dan gw sebagai anak yang doyan membaca, segera menghambur dan merangsek membabi buta untuk mencari komik. Di situlah gw menemukan sebuah komik tua, udah lusuh dan halamannya lepas-lepas, berjudul Ramayana dan Mahabharata, yups, komik masterpiece karya sang legenda, sang maestro, sang inspirator, alm. R.A Kosasih



Itulah awal perjumpaan gw dengan komik Indonesia, pada saat itu gw ngga tau kalo ternyata komik yang gw pegang itu, yang ngga diminati temen-temen gw yang lain, adalah sebuah mahakarya, sebuah kitab suci bagi dunia perkomikan di Indonesia (oke, mungkin agak lebay..).

Tahun demi tahun berlalu, sejak saat itu, banyak sudah judul-judul komik gw lalap, mulai dari serial misteri seperti Kelas Malam, Misteri Bunga Suzuran, serial action seperti Kenji, Boy Action (atau Ashita No Joe), Kotaro, Kungfu Boy, sampai serial cantik macam Amarilis, My Best Rival Is My Best Friend, Girl's Evolution (Yamato Nadeshiko Shichi Henge) dan Happy Cafe. Segala macam genre udah gw babat, tapi rata-rata ya komik Jepang atau Manga..
Komik Amerika yang gw tau ya paling cuma bangsanya Marvel/DC atau Donal Bebek dan kawan-kawan, sementara Komik Indonesia yang gw tau ya itu, masih Ramayana dan Mahabharata,sama palingan komik karya Tatang S, yang biasa dijual di abang-abang (dan ternyata komik ini sekarang jadi incaran kolektor..).

nah, saat gw SMP, gw mulai mengenal komik-komik Indonesia, yang memang pada waktu itu masih dalam keadaan "tertidur". Ada studio Bajing Loncat, Pet Shop, Komikers dan beberapa nama lainnya, hanya saja waktu itu pengaruh Manga masih sangat terasa, sehingga "feel" Indonesianya masih kurang begitu terasa, tapi ada juga komik dari penerbit Mizan yang menerbitkan komik dengan latar kisah 1001 malam yang dikemas dengan komedi, tapi nampaknya masih belum terdengar sampai ke masyarakat luas, tapi itu adalah sebuah awal, menurut saya.

Sejak saat itu, gw mulai menemukan komik-komik karya anak bangsa lainnya, sebutlah nama seperti Li Julian, Bayou, Galang Tirtakusuma dan lain-lain. Satu yang menarik perhatian saya ya Galang Tirta ini, dengan karyanya waktu itu "True Love", sebuah cerita remaja SMA dengan bumbu rohani, roman dan komedi, sejak itu gw mulai merasa bahwa "sang raksasa telah membuka mata", tapi ibarat orang baru bangun tidur, "masih ngumpulin nyawa dulu".

Waktu kembali berlalu, dan akhirnya muncullah komikus-komikus Indonesia yang sekarang kita kenal, sebutlah Alfi Zachkyelle yang mengawali kebangkitan dengan "Dua Warna", serta Is Yuniarto, Alex Irzaqi, Rhoald Marcellius, C. Suryo Laksono, Muh. Fathanul Haq a.k.a Matto, Rimanti Nurdarina, John G. Reinhart (He's Indonesian!) dan banyak lagi! Kini sang raksasa telah terduduk di ranjangnya, siap untuk berdiri!

Nah, ada lagi 3 orang komikus, yang telah menyulut "minyak" yang lama mengendap di dalem diri gw, sehingga menjadi "api" yang membara dengan gw sebagai tungkunya.

mereka adalah:

Sweta Kartika




Azisa Noor




Sheila Rooswita




Kenapa mereka menjadi inspirasi buat gw? Kenapa mereka bisa membakar semangat gw? Oke, I'll tell you, and this will be a long post, so you better prepare some snacks so you could enjoy your snack and read this post without getting bored..

Sweta Kartika, sang kera dengan pusaka Nenggala.
pertama kali mengenal mas-mas asal Kebumen ini, melalui account deviant-artnya http://transbonja.deviantart.com/. Saat itu gw klik "gallery"-nya, dan gw melongo, bengong, mangap-mangap, ngga tau harus komentar apa ngeliat artworknya. Dalam waktu singkat, gw menjadi pengagumnya, saat itu gw ngga tau bagaimana wujud mas-mas yang saat ini sedang melanjutkan studi S2 nya di ITB. Gw terus mengikuti sepak terjangnya di dunia maya, deviant art dan pesbuknya, dan gw mendapati kalo mas Sweta ini juga telah menerbitkan komik dalam bentuk cetak dalam komik kompilasi Koloni Jagoan, dengan judul karyanya yaitu "Dreamcatcher", ada juga "Wanara" yang bisa dibaca secara online di situs Makko.co.
Apa sih yang bikin gw mengagumi mas Sweta? jelas, goresan tangannya yang menurut gw "jahat" banget, arsirannya, imajinasinya, makna di tiap artwork, hampir semuanya! Di era digital ini, mas Sweta tetap konsisten berkarya melalui media tradisional seperti kertas dan pensil, drawing pen, pensil warna, semuanya manual! Ngga ada karyanya yang ngga bikin gw iri, kemudian gw mendapati fakta, bahwa mas Sweta adalah teman dari dosen gw di kampus, yang kebetulan mengambil prodi yang sama di ITB, maka terkejutlah gw dan mati-matian minta dikenalin, sampai akhirnya dalam suatu event, gw berkesempatan bertemu langsung dengan mas Sweta, I was thrilled. Ketemu langsung dengan komikus idola? wow.. Dari perkenalan gw dan beberapa pertemuan singkat dalam berbagai event, gw mendapati bahwa mas Sweta ini memiliki pribadi yang kalem, murah senyum dan ramah, eh, tunggu.. tadi gw bilang dia kalem? iya, kalem, kalo di depan umum, di balik itu? orangnya penuh rasa humor, hehehehehehe..
Tangannya emang beneran "jahat" loh, karena ngga cuma jago nggambar, doi juga handal bermain gitar! kurang mantep apalagi coba? he's a true artist! Di samping itu, pemikiran-pemikirannya juga tajam dan peka terhadap lingkungan sekitar, tertuang dalam blognya..
Dan kemunculannya di era kebangkitan komik Indonesia, ibarat melepaskan pusaka Nenggala di tengah pertempuran Bharatayudha, tepat waktu, dan menimbulkan efek yang luar biasa.

Azisa Noor, penjinak naga serta pecinta kebudayaan dan alam.
Nah, sama dengan mas Sweta Kartika, teteh geulis asal Bandung ini pertama kali gw jumpai pas gw masih SMA lewat deviant art, boleh dilongok di http://scarlet-dragonchild.deviantart.com/. Reaksi pertama gw? Sama aja, bengong dan planga-plongo ngeliat artworknya yang rata-rata bergaya surealis, dengan unsur budaya yang kental, dekat dengan kehidupan, serta warna-warna pastel dan hangat yang memberikan kesan tersendiri. Ngeliat karyanya itu berasa ditarik ke dunia lain deh, dunia khayali teteh Azisa itu sendiri :p. Nah, Teteh Azisa juga udah "nelorin" karyanya, seperti "Satu Atap", "Mantra", "Palapa" dan "Bandung Faerie Project".
 Kecintaannya pada kota Bandung dan bangunan tua tampak jelas dari tiap karyanya, entah dari komik, atau lukisannya yang menggambarkan kerinduannya akan Bandung yang sejuk, rindang, banyak bangunan bersejarah dan hal-hal lain yang dirusak oleh kapitalisme.
Apa yang bikin gw kagum sama teteh geulis ini? lagi-lagi jelas karena artworknya, yang sudah tidak perlu diragukan lagi, sangat luar biasa! Ngga percaya? coba aja liat sendiri.. hampir semua dikerjakan secara manual lho, dengan pensil dan cat air. Buat gw yang sangat dongo dalam menggunakan cat air, teknik teh Zisa dalam menggunakan cat air adalah satu hal yang sangat gw sembah, tone warna yang dihasilkan begitu lembut, menyatu dengan gambar, sehingga perasaan teh Zisa yang percaya bahwa naga dan peri itu beneran ada (gw juga percaya dan masih percaya!) ikut tersampaikan dalam karya-karyanya. Setelah mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan orangnya, ternyata teh Zisa orangnya lucu! Ramah, dan kadang tergopoh-gopoh, terutama saat sedang menanggapi request-request dari para penggemarnya, hihihihi~~
Kehadirannya dalam dunia perkomikan memberikan "warna" dalam dunia komik itu sendiri, dan perlu diakui, gaya gambar gw sempat terpengaruh oleh gaya gambar teh Zisa, yang ternyata memang ngga bisa dan ngga akan pernah bisa menyamainya.
Yes teh Zisa, I do believe in fairy tales! And dragons, don't forget the dragons!

Sheila Rooswita, seorang ibu yang bangga, dan.. garing:p
Nah, yang ini agak beda.. gw mengenal karya mbak Sheila yang akrab dipanggil Lala ini dari karyanya, sebuah komik curhat berjudul "Curhat si Lala". Sebuah komik yang berisi curhatan kehidupan sehari-harinya, mulai dari awal nikah, hamil, sampe soal mudik~
karyanya bisa diliat di http://www.okeboo.multiply.com/ dan http://www.sheilasplayground.blogspot.com/. Komik "Curhat si Lala", menurut gw, adalah sebuah karya yang jujur, lucu dan sangat menghibur. Mbak Lala ini juga bangga akan ke-garingannya, boleh dibaca dalam karyanya "Komikriuk 1" dan Komikriuk 2", terbukti kan? saking garingnya, sampe jadi 2 buku loh.. anehnya, meskipun garing, tetep bisa bikin kita tersenyum bahkan ketawa, sambil nyeletuk "apaan sih ini oraaaaaaaaaaaang??" hehehehehe.. Goresan tangannya yang tegas menghasilkan gambar-gambar kartun yang jenaka, dengan tokoh yang tidak jauh dari kehidupannya, dirinya sendiri, suaminya, anaknya, papa mamanya, mertuanya, anjingnya, bahkan artis Hollywood pun engga luput dari korban kegaringannya.
Dalam sebuah event, gw mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan mbak Lala, and guess what? Mbak Lala itu cantik lho, manis, masih keliatan kayak mahasiswi *ciaelaaaaaaah~* orangnya juga ramah, langsung keliatan kalo mbak lala itu memang humoris, yang tergambar dari karya-karyanya.
Apa yang bikin gw mengagumi mbak Lala? Kemampuannya mengemas kesehariannya menjadi satu bentuk cerita yang menarik, itulah kelebihannya. Sama seperti mas Sweta dan teh Zisa, Mbak Lala membuka mata gw agar menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar, siapa yang menyangka kalo perjalanan mudik mengandung banyak sekali cerita? Siapa yang mengira kalo urusan berat badan atau awal-awal kehamilan bisa menjadi cerita jenaka? Siapa yang menyangka kalau ternyata kehidupan kita adalah sebuah cerita yang menarik untuk dibagikan kepada orang lain? Mbak Lala mengajarkan hal-hal tersebut kepada gw melalui karyanya.


Nah, itulah mereka, yang dengan seenaknya membakar semangat gw, hehehehe.. sebenernya ngga cuma mereka bertiga, tentunya banyak komikus lainnya, yang udah gw sebut sebelumnya, yang menginspirasi gw.. tapi ngga mungkin rasanya gw kupas habis mereka semua dalam post ini...
Sampai sekarangpun gw masih terus mengejar cita-cita gw sejak kecil, yaitu menjadi Komikus dan Ilustrator. Dan gw punya satu impian, memiliki sebuah karya, yang diletakkan dalam satu rak dengan karya-karya mereka, inspirator gw, di toko-toko buku di seluruh penjuru Nusantara.
Sekarang, gw bukan siapa-siapa, belum jadi apa-apa, tapi gw akan terus berusaha hingga suatu saat nanti, nama gw akan pantas didampingkan bersebelahan dengan nama-nama mereka sebagai salah satu yang menjadi "kaki" raksasa perkomikan Indonesia yang telah bangkit, yang dengan mantap menjejak dan melangkah merambah dunia.. dan mungkin akan menjadi inspirasi bagi orang lain, seperti mereka juga? siapa tau.. Suatu saat nanti..




---terima kasih kepada semua nama yang saya sebutkan dalam post ini, tanpa kalian, mungkin imajinasiku akan mati ditelan realita---

kenangan

Minggu, 15 Juli 2012

| 0 comments
malam ini, gw kembali melakukan perjalanan ngga jelas sendirian, perjalanan yang gw ngga tau arahnya ke mana, random aja. Gw melakukan perjalanan malam dengan naik motor yang kebetulan baru diservis siangnya, jadi larinya lumayan enak.. gw mulai perjalanan dengan melewati kalimalang dan menyusuri BKT atau Banjir Kanal Timur sampe Pondok Bambu.

Gw selalu senang melakukan perjalanan malam, karena menurut gw, ada beberapa hal yang hanya bisa kita lihat di malam hari, salah satunya pesona kota. Lampu jalan yang berpendar di sepanjang BKT memberikan kesan yangberbeda, siapa yang sangka BKT yang butek, keruh, kadang bau bisa berubah penampilannya di malam hari? Yups, gw emang suka cahaya lampu bangunan dan jalanan pada malam hari.
Selama di perjalanan, angin malam dan cahaya lampu memberikan kesan yang berbeda, somehow, Jakarta yang siangnya biasanya macet, penuh asap knalpot, klakson, dan segala tetek bengek lainnya menjadi lebih "bersahabat" pada malam hari. Sekalipun kita tau, Jakarta tidak pernah tertidur, saat itu kondisi jalan raya masih lumayan rame, tapi gw ngerasain sedikit keheningan di situ, di mana jalanan sebagai nadi kota masih berdenyut, tapi bukan berdenyut karena napas yang tersengal-sengal, melainkan napas lega yang tenang. Pikiran gw kembali menerawang.. dengan tetap memperhatikan jalan tentunya, hehe :p

Pulangnya, gw memutuskan untuk ngambil jalan yang jarang gw lewatin, gw masuk ke sebuah gang yang gw ngga tau ujungnya di mana, gw ngga takut nyasar, karena menurut gw, nyasar adalah salah satu proses perkenalan kepada suatu hal yang baru, lagian di Jakarta lo ngga bakal mungkin nyasar deh, asal ketemu jalan besar udah aman, ya kalo siang-siang bisa nanya supir angkot atau tukang ojek..

Ternyata jalan yang gw ambil ini justru mengarah pada sebuah tempat yang gw udah kenal, yaitu kompleknya mantan gw.. begitu ngelewatin rumahnya yang udah kosong, karena dia udah pindah rumah kurang dari setaun yang lalu, sekilas gw ngeliat bayangan masa lalu, di mana pada saat itu gw sering ngapelin dia, ke kampus bareng, pacaran di garasi rumahnya, nonton Moto GP bareng bokapnya, hal-hal semacam itulah..
ngga cuma itu, dari situ gw nerusin perjalanan menuju arah SMA gw dulu, bayangan masa lalu kembali bermunculan, selama perjalanan gw merasa kembali pada waktu gw masih SMA. Jalanan tempat di mana gw pernah dorong motor gw yang mogok malem-malem, dan warkop tempat gw suka nongkrong setiap abis latihan silat.. pas lewat situ, gw ngeliat wajah yang gw kenal, yup, temen-temen gw rupanya masih suka nongkrong di situ, gw ngeliat Munen, yang lagi duduk di depan warkop. Dulu Munen suka main ke rumah gw, dan ngabisin cemilan atau suguhan apapun yang gw kasih, suka nginep bareng di rumah Andre, jalan bareng, pokoknya ngerusuh barenglah, tapi sejak udah pada kuliah, kita udah jarang bahkan hampir ngga pernah melakukan hal-hal itu lagi.
gw juga melewati jalur yang dulu selalu gw lewatin ketika pulang sekolah, entah itu pas gw masih suka nebeng sama temen, sampe gw punya motor sendiri, saat pulangnya sendirian, atau goncengin temen atau pacar.
dari situ gw kembali ngelewatin jalur yang sampai sekarang masih sering gw laluin, sebuah kampus, tapi bukan kampus gw, kampus itu tempat gw sering nongkrong. Kampus itu udah jadi bagian dari diri gw sejak 10 taun yang lalu, di saat gw masih naif sampe gw melek dengan realita. Kampus di mana terdapt titik balik yang ngerubah hidup gw, tempat semuanya berasal. Banyak yang gw kenal di kampus itu, bahkan jumlah orang yang gw kenal di situ lebih banyak daripada yang dikenal sama anak kampus itu sendiri, hehe.. jadi teringat saat gw dulu masih suka main di ruang sebuah UKM setiap pulang sekolah, sampe dipekerjakan untuk bikin rumah hantu, atau bikin tato temporer. Jumlah kenangan di sana sebanyak jumlah mahasiswa yang belajar di kampus itu. Banyak.

Malam itu, waktu seolah berhenti.

Gw ngerasa hal-hal yang gw lewatin pada waktu itu adalah mimpi semata, yang tertinggal hanya ingatan dan kenangan. Saat main sama temen, cabut sekolah bareng, latihan silat bareng, sampe berantem. Saat nembak cewek, pacaran, sampe dipanggil guru BP pas ketawan ciuman di sekolah *ups, hahahahaha*. Saat bikin rumah hantu, saat natoin 200 mahasiswa, saat ditolak, da saat-saat menyenangkan lainnya.

Terkadang gw suka berpikir untuk kembali ke masa-masa menyenangkan itu, ngerasain lagi feel-nya, dag-dig-dug-nya, berbunga-bunganya, semuanya. Tapi ngga mungkin bisa, satu-satunya cara untuk ngerasin hal-hal itu lagi cuma dengan mengenangnya.

Ingatan dan kenangan. Hanya itulah suvenir abadi yang kita dapatkan dari semua yang kita lakukan. Karena itu, gw sama sekali ngga mau melupakan semua ingatan dan kenangan yang telah gw dapatkan selama ini, itu semua priceless, tapi sekali kehilangan, maka untuk seumur hidup kita ngga akan bisa mendapatkan gantinya. Gw ngga akan memungkiri kalo gw emang kangen setengah mati sama semua yang ada di dalam kenangan itu, meskipun beberapa di antara mereka masih gw temuin hampir setiap hari, tapi tetep aja beda, dulu dan sekarang, banyak hal-hal berubah dalam waktu yang relatif singkat.

Sebenarnya ketika kita sedang merindukan seseorang atau suatu tempat, yang kita rindukan bukan orangnya secara personal, tapi mereka yang ada dalam ingatan kita pada waktu itu. Ada yang tetap sama seperti dulu, ada pula yang sudah berubah drastis, karena itu kita terkadang menemui kekecewaan akan hal yang kita rindukan, ketika hal tersebut tidak lagi sama seperti yang dulu.

tapi gw sebagai orang yang masih naif, selalu menaruh harapan, bahwa suatu saat nanti, semua akan kembali seperti dulu, di mana banyak tawa, canda dan air mata untuk dibagi. Bersama orang-orang yang dulu pernah mengisi hari-hari kita, dan terekam di dalam ingatan. Meskipun gw tau itu hampir mustahil, tapi ngga ada salahnya naro harapan, toh harapan yang bikin manusia bisa terus maju.

Setelah banyak kenangan yang "lompat" keluar dari ingatan gw, gw melajukan motor kembali ke rumah, sambil tersenyum dihembus angin malam dan ditemani temaram lampu jalan.

:)




*diketik sambil mendengarkan "Rahasia" oleh Payung Teduh*

Nama dan kesalahpahaman

Minggu, 24 Juni 2012

| 0 comments
selamat pagi, siang, sore, malam, dini hari, terserah kapan kalian membaca blog ini..
kali ini gw mau sedikit narsis dan menceritakan perihal nama gw..

selama 22 tahun hidup dan menjejakkan kaki di atas bumi pertiwi ini, gw memiliki beberapa masalah, salah satunya adalah soal nama. Nama gw yang memang ngga begitu umum bagi kebanyakan orang Indonesia.. apakah itu menjadikan gw hipster karena nama gw ngga mainstream? bodo amat..

Hmmm.. oke.. jadi gini, pertama gw jelasin dulu, banyak yang mengira gw keturunan Jepang setelah mengetahui nama gw, dan perlu gw luruskan, bahwa gw TIDAK memiliki keturunan Jepang, melainkan ARAB dari nenek buyut gw, itu berarti nenek moyang gw adalah orang Arab, dan banyak orang yang tidak percaya, karena gw matanya sipit, sehingga selalu dikira keturunan Cina, atau Jepang, satu-satunya hal yang membuktikan gw keturunan Arab adalah jenggot gw yang fantastis ini..
nah, kembali soal nama, gw kembali menjelaskan, nama lengkap gw adalah Aruga Perbawa Rizqi, itu pemberian orangtua gw, artinya kurang lebih begini:

Aruga diambil dari bahasa Sanskerta, Raga, yang artinya "Tubuh/badan".
Perbawa dari bahasa yang sama, artinya "Membawa".
Rizqi, ya artinya "Rizki/Rejeki".

Jadi kesimpulannya, arti nama gw adalah "Badan yang membawa rejeki", sebuah doa dari kedua orangtua gw..
yah.. semoga aja suatu saat, doa dari kedua orangtua gw ini menjadi kenyataan.. amin..

ada lagi hal random yang menurut gw menyenangkan perihal nama gw ini..
karena gw penasaran soal nama gw yang dibilang mirip nama Jepang ini, gw iseng nyari di pesbuk, gw search nama "Aruga". Hasilnya? beberapa muncul, dan kebanyakan adalah orang Jepang dan Spanyol!!

Gw memutuskan untuk nge-add seorang Jepang bernama Aruga Konomi. Ternyata dia confirm friend request gw, dan kita pun ngobrol, kebetulan Konomi ini lama bersekolah di Kanada, jadi bahasa Inggrisnya fasih, dan gw jadi ngga begitu kesulitan berkomunikasi karena bahasa Inggris gw cukup baik, ketimbang bahasa Jepang yang pas-pasan..
Gw jelaskan sama Konomi, kalo gw nge-add dia karena kebetulan namanya sama, dan gw pengen tau arti nama "Aruga" menurut bahasa Jepang.. dan, Konomi pun dengan senang hati menjelaskan, bahwa "Aruga" adalah nama marganya dia, kalo jaman dulu sih itu nama klan, dan si Konomi ini keturunan keluarga Samurai, dan itu menjelaskan bahwa nama "Aruga" adalah nama marga dari klan Samurai pada jaman dulu, wew, gw jadi mesem-mesem sama penjelasannya dia, hohohoho~~

Lalu si Konomi kembali menjelaskan seperti ini:

"Woow...the meaning of your name rocks O.O
It's written "有賀" in Japanese, so 有 means famous, existing, and 賀 means celebrate, appreciate...
Actually, we don't have any specific meaning for our family names, but my familiy name is very rare( especialy, to read ARUGA) and it means something very good at least..so i love my name : ) Plus, it's from SAMURAI..that's awesome, isn't it?!"

 *ini adalah dialog sesungguhnya dari message yang dikirim oleh Konomi pada gw, dia ngejelasin pake bahasa Inggris*

mendengar penjelasan itu, maka mekarlah hidung gw, hahahahahahaha~~ dan sampai sekarang, gw dan Konomi masih berteman, gw janji sama dia, kalo gw ke Jepang, pasti akan nemuin dia, dan dia akan dengan senang hati jadi guide gw slema di sana, begitu juga sebaliknya kalau dia ke Indonesia :)

Anyway, ini membuktikan bahwa memang orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, tercermin dari nama gw ini, yang ternyata punya makna ganda, dan Alhamdulillah, memiliki arti yang luar biasa..

Sejak itu, gw jadi semakin bangga dengan nama gw, dan ketika kita berkenalan, gw akan dengan mantap memperkenalkan diri gw, gw adalah Aruga! :) :) :)

Terkadang aku iri

Kamis, 21 Juni 2012

| 0 comments
Terkadang aku iri pada mereka.

Para Hip-hop dan street dancer
yang menari mengikuti irama.
dengan gerakan-gerakan gemulai terkadang patah-patah.
membuat mereka yang melihatnya berdecak kagum.

Para musisi atau anak band.
yang memainkan instrumen pilihan mereka.
dengan kemampuan bermusik dan suara merdu sang vokalis.
membuat mereka yang menonton dan mendengarnya ikut menganggukkan kepala.

Para fotografer.
yang membidik tajam melalui lensa mereka.
dengan kemampuan yang mumpuni dan feeling yang kuat.
membuat mereka yang melihat hasil fotonya terperangah.

Aku, bukan seorang dancer.
gerakanku kaku, yang melihatku menari hanya akan tertawa melihat kebodohan di depan mereka.

Aku bukan pula musisi.
suaraku fals, dan aku buta nada, yang mendengarku bernyanyi atau bermain musik pasti akan menutup telinganya dan berkata, "hentikan!"

Juga bukan fotografer.
ketika selesai menjepret kamera, orang hanya akan berkomentar "hmmm.." ketika melihat hasil fotoku.

Tapi.

Aku punya pensil, penghapus dan kertas.

Di atas kertas aku memegang pensil dengan mantap.

Kertas adalah dancefloor-nya, dan di atas dancefloor tangkanku menari dengan handal seperti para dancer itu.

Ujung grafit pensilku adalah instrumennya, goresannya di atas kertas menciptakan nada-nada dan musiknya sendiri.

Mata, otak dan kertas menyatu menjadi sebuah memory card atau roll film, yang akan melihat, merekam dan mengabadikan semuanya dalam sebentuk ilustrasi sederhana.

Di atas kertas aku menari, di atas kertas aku bermain musik, di atas kertas aku menghentikan waktu.

Mungkin aku tidak bisa membuat orang berdecak kagum dengan kehebatanku dalam menari, atau meluluhkan hati wanita dengan permainan musik dan dengan hasil jepretanku.

Tapi dengan kertas, pensil dan penghapus, aku bisa tersenyum.

Dengan kertas, pensil dan penghapus, aku bisa mengabadikan senyummu.

Dengan kertas, pensil dan penghapus.

Aku hidup.

Dan akan terus hidup.

2010 - 2011

Jumat, 31 Desember 2010

| 1 comments
beberapa jam lagi 2010 berakhir, berganti 2011.blogger-emoticon.blogspot.com

banyak orang mengatur resolusinya yang katanya mau jadi lebih baik dari taun sebelumnya, bla bla bla bla.. oke, dulu gw juga begitu kok, mengatur resolusi itu adalah hal yang baik.. terutama jika layarmu memiliki resolusi 1024 x 768 (mulai garing) blogger-emoticon.blogspot.comblogger-emoticon.blogspot.com

tapi untuk taun ini, gw ngga bakalan ngatur resolusi yang ribed.. karena, boleh percaya boleh ngga, begitu kita ngatur resolusi untuk taun yang baru, kita tunggu 3 bulan ke depan, masih inget ngga sama resolusinya? no offense ya.. mungkin kalian ngga begitu, tapi kebanyakan orang sih demikian..

karena itu untuk ke depannya, gw cuma ingin mengatakan satu hal..



TAN HANA WIGHNA TAN SIRNA



yang artinya "Tidak Ada Halangan Yang Tidak Bisa Ditaklukkan" diambil dari motto Komando Pasukan Katak RI.

semoga bukan hanya sekedar ucapan, amin.. mulai lagi dari awal.. Bismillah..

hal-hal kecil pun memiliki makna..

Selasa, 21 Desember 2010

| 0 comments
Jangan pernah sekalipun meremehkan hal-hal kecil..

terkadang hal yang sederhana bisa membuatmu merasa nyaman, bahkan cengengesan sepanjang malam..

entah itu dari kata-kata, atau tindakan langsung..

yah.. apapun itu, intinya sih jangan terpaku pada satu hal besar aja..

karena hal terkecil sekecil atom pun memiliki makna, hanya saja manusia terkadang tidak menyadarinya..

Ring ring, it's you again

Sabtu, 11 Desember 2010

| 0 comments
mengutip sepenggal lirik lagu dari D'Cinnamon, yang judulnya Loving you..

Loving you it hurt sometimes
I'm standing here you just don't bye
I'm always there you just don't feel
Or you just don't wanna feel
Don't wanna be hurt that way
It doesn't mean I'm givin' up
I wanna give you more
And more and more'

And when I see that smile upon your face
Deep in your eyes you had it all
And when I hear you super electrical voices'



yah.. begitu deh pokoknya..

Mesin Waktu

Kamis, 02 Desember 2010

| 0 comments
terbayang kembali wajah mereka, tawa mereka, air mata mereka, senda gurau mereka, mereka yang udah ngerubah hidup gw, memberikan banyak pengalaman, banyak arti.. sekarang semua udah menempuh jalannya masing-masing..

mesin waktu ya.. hmmm.. kalo beneran ada, pengen rasanya gw kembali ke saat gw baru mengenal mereka, dan bersenang-senang selama setahun ke depan..
ngga bakal gw lupain, di tengah guyuran hujan.. lalu lanjut ke kubangan lumpur.. what a day.. dan gw ngga akan pernah melupakan kejutan yang diberikan mereka saat gw ulang tahun.. sungguh ulang tahun yang sederhana tapi ngga bakalan gw lupain seumur hidup..

pengen banget ketemu dan ngumpul bareng mereka lagi.. ngaji bareng.. main bareng..

mesin waktu.. ya, mungkin memang mesin waktulah yang gw butuhkan sekarang ini..

A week

Minggu, 11 Juli 2010

| 0 comments
...for me it's just like any other days...

...trying to spoiled life with food and ice cream...

...playing a lots of video games all day long...

...going to the cinema and watch some movies...

...reading some books... listen to some music... enjoy the nature...

...and hanging out with friends till get wasted!

...but then wake up and realize that I'm alone...

...again!

A week for me...

... is just another lonely days without you...


I miss you!





-taken from "7" by Rhoald Marcellius. all right reserved-

Ramadhan, kangeeeen~~~~

| 1 comments
Tiba-tiba gw kangen Ramadhan..

kira-kira umur gw nyampe ngga ya supaya bisa ketemu Ramadhan besok?

oh God.. I really missed those moment..

when the sound of murattal chanting and echoing everywhere..

when the Adzan feels sooooooo much different and more calming..

when the atmosphere feels really peaceful everyday..

when every single step you take and every little thing you do started with "Bismillah", you'll received uncountable goodness for it..

even when you're asleep, there's a goodness on it..

there are no reason to be sad, for Ramadhan is our month of glory, month of joy, month of happiness!

"Fastabiqul Khairat"

"Race for goodness"

and the goodness is all for you

a day without a single drip of water and a single slice of food from dawn till dusk? it doesn't even matter, compared with what you'll received.

30 days without the same thing? it's not a problem..

the real problem is, how do you control your lust, anger, envy, wrath, pride, sloth, and your gluttony. So your fast wouldn't be a waste..

aaaaaaaaaaaahhhh~~~~~~ I love the murattal chanting at dawn and at night, it will bring me to a very pleasant dream, and make me feel so peaceful..

to put it simply: I'M WAITING FOR RAMADHAN!!(>.<)

Obake oh obake...

Minggu, 31 Januari 2010

| 0 comments
semua berawal dari sebuah panggilan di handphone gw, saat itu gw lagi berkendara naek motor menuju rumah dari kampus.

deai wa arashi no you ni otozurete... *suara ringtone*

gw: halo...
stranger: halo... aruga ya?
gw: iya...
stranger: gw pipiet, temennya inez... (oh, yang nilpun namanya pipiet...)
gw: oooh... iya, ada apa?
pipiet: ngga, gw denger dari inez katanya lo bisa bikin obake ya?
gw: engggg... iya, bisa...
pipiet: kita dari UNSADA mau bikin Japan Fair...
gw: oooh... iya, iya, tau kok...
pipiet: nah, kita mau minta tolong bikinin obake-yashiki... bisa ngga? kira-kira biayanya berapa?
gw: hemm... dari estimasi perhitungan biaya yang dulu pernah gw bikin, itu sekitar 10 juta...
pipiet: HAH!??? 10 JUTAAAA!!???

tuuuuut tuuuuuut tuuuuuut *handphone mati*

gw bingung, ini tiba-tiba mati sambungan handphone-nya, gw mikir, jangan-jangan pipiet pingsan gara-gara gw nyebut harganya segitu... aw, memang jumlah yang agak menyakitkan...
dan yasudahlah, mau nelpon balikpun gw ngga ada pulsa dan gw masih di jalan, jadi gw terus melaju...

saat sudah dekat kodam, handphone gw berbunyi lagi...

gw: halo...
Inez: halo, assalamualaikum, ga, ini Inez..
gw: ooh... waalaikumsalam, iya, kenapa nez?
Inez: iya itu tadi, yang masalah obake, kira-kira lo bisa ngga?
gw: ya bisa aja... apa gw ke kampus lo aja sekarang? mumpung ada di deket situ nih...
Inez: oh, yaudah, bentar, ntar gw telpon lagi...
gw: oke...

tak lama kemudian, inez nelpon lagi.

Inez: ga, boleh deh, ke kampus gw aja..
gw: oke, gw langsung ke sana...
Inez: sip, gw tunggu ya, gw di himpunan, depan kantin sastra, samping masjid...
gw: sip...

lalu gw langsung membelokkan arah motor gw menuju UNSADA... sesampainya di sana, gw langsung menuju ke himpunan, di sana sudah menunggu kakak-kakak panitia yang akan mengurus Japan Fair, ada Pipiet, Ari, Vini, Putu, Rani, Picchan dan ada pula Inez, Wina, Adhi, Chepy, serta beberapa orang lainnya, maap kalo ngga disebut, kapasitas otak saya memang terbatas...

nah, selanjutnya setelah acara perkenalan dan ramah tamah kita mulai mendiskusikan perihal obake-yashiki.

ntar dulu, obake-yashiki tuh apaan sih?
itu adalah bahasa jepang dari... rumah hantu.

iya, rumah hantu... singkatnya, gw dimintain tolong buat bikin rumah hantu sebagai salah satu exhibit dari acara Japan Fair itu, dan saat itu juga, dimulailah perjuangan gw dalam membuat rumah hantu...

dengan biaya sekian *tak perlulah gw nyebut nominal, hehe*, gw harus bisa membuat sebuah rumah hantu yang DAHSYAT, dan LUAR BIASA. Bagaimana caranya? nah, di sinilah kreatifitas dan kredibilitas gw sebagai desainer multimedia dipertanyakan, reputasi dan nama gw menjadi taruhannya...

jujur aja, sebenernya gw agak bingung dan kelimpungan, dengan biaya sekian, apa yang bisa gw ciptakan? oke, inilah saatnya gw membuktikan kata-kata yang dulu pernah gw katakan,"Berkembang Dalam Keterbatasan!". gw ngga boleh menyerah pada keadaan, karena di saat seperti ini, yang akan bekerja habis-habisan bukan hanya otot, tapi juga otak.
karena itu, begitu kaka Pipiet menanyakan kesanggupan gw dalam merealisasikan obake-yashiki, gw menjawab "BISA!". Karena gw pasti bisa, dan emang gw harus bisa.

dalam pembuatan ini, gw ngga mungkin bekerja sendirian, lantas gw menghubungi 3 orang rekan gw semasa SMA yang memang memiliki kegemaran yang sama di bidang perjepangan... yaitu Ismud, Boim dan Zoya.

Pekerjaan dimulai saat dana sekian diberikan, dan gw, Ismud serta Boim mulai melakukan penghitungan mengenai bahan-bahan yang akan dibeli, dan dengan begonya gw dan Ismud salah itung. Ternyata biaya yang dibutuhkan tiga kali lipat lebih banyak. Setelah nyaris pingsan, gw dan rekan-rekan gw kembali memutar otak, akhirnya kita maksimalkan saja biaya yang ada, Alhamdulillah berhasil, semua biaya itu habis dan sisanya kita menggunakan apa yang ada di kampus itu...

jam berganti jam... di tengah-tengah pembuatan rumah hantu itu gw masih juga harus mengurus UAS gw di kampus, dan langsung kembali ke UNSADA untuk menyelesaikan pembuatannya. Walaupun gw cuma sebagai konseptor, tetep aja melelahkan, karena tenaga gw maksimalkan untuk otak, bukan cuma otot. Alhamdulillah teman-teman gw bisa diandalkan, mereka bekerja dengan SANGAT HEBAT, dibantu oleh panitia lain, seperti bang Yasin, Dika, Dhani, Bang Luthfi, dll, tanpa mereka, tanpa kerja keras mereka, gw yakin, rumah hantu ini hanya akan sekedar konsep saja...

jarum jam terus berdetak, dan waktu pelaksanaan makin dekat, tapi masih banyak kendala terlihat di sana-sini.

Saat tiba hari pelaksanaan, gw sempet lemes, gw yang saat itu baru pulang dari kampus untuk UAS setelah nginep di UNSADA, terkejut setengah mati ngeliat obake-yashikinya terang benderang dan masih ada partisi yang belum dipasang, gw sempet kelimpungan dan ngga tau harus ngapain, untung pada saat itu rekan-rekan gw datang beserta panitia-panitia yang lain, sehingga gw kembali bersemangat untuk merampungkan semuanya...

waktu udah menunjukkan jam 2 siang, masih banyak yang belum selesai, kami terus berpacu dengan waktu, terlebih lagi ternyata sudah banyak pengunjung Japan Fair yang menanyakan kapan obake-yashikinya dibuka.

lalu, setelah dibantu oleh panitia-panitia lain, akhirnya kami berhasil menanggulangi beberapa kekurangan dan akhirnya pada pukul 15.30, obake-yashiki pun siap dibuka, atas bantuan teater Semut UNSADA yang dengan sukarela berperan jadi obake-obake.

gw sempet ngintip ke luar, dan terkejut setengah mati, antriannya panjang!
begitu detik-detik menjelang masuknya pengunjung pertama, gw deg-degan, mikirin reaksi dan komentar mereka, apakah positif, atau justru negatif?

gw ikutan nyamar di dalam obake-yashiki, dengan menyelimuti badan gw dengan kain spanduk sehingga cuma keliatan seperti seonggok kain biasa.

yak, pintu dibuka. Pasangan pertama masuk, dua orang anak SMA, cewek dua-duanya. Mereka butuh waktu lama untuk masuk, karena maen dorong-dorongan.

"lo duluan masuknya!"
"ah ngga ah, lo duluan aja!"

haha, lucu juga, begitu kira-kira dialog mereka. dan, yak, mereka akhirnya resmi masuk dan pintu tertutup rapat, dalam waktu beberapa detik gw udah mendengar suara jeritan yang berlangsung selama 1 menit ke depan. Gw mengejar mereka ke pintu keluar, Dan begitu di pintu keluar, mereka tampak ngos-ngosan, dan mereka bilang begini: "Seru banget kak! serem!"

yak, rupanya berhasil, sukses, apalagi mendengar bahwa sebelah sepatu mereka ketinggalan di dalem, hehehehehehehehehe...

dan selama 2 jam lebih, gw mendengar jeritan-jeritan para pengunjung yang membuat gw dan panitia lain tersenyum lebar, wakakakakakakakakakakakakak!

Setelah menjelang Maghrib, Obake-yashiki pun kami tutup, dan selesailah hari pertama Japan Fair.

Besoknya, hari Sabtu, 30 Januari 2010, acara kembali dimulai, kali ini kami memulainya jam 14.00. Di dalam ruangan, selain diisi oleh obake-obake, beberapa panitia juga nampak bersiaga di dalam obake yashiki, seperti kaka Arlene yang duduk dan menyelimuti diri dengan spanduk *pasti gerah tuh >.<*, lalu bang Andhika yang berdiri berselimut spanduk juga di samping pocongkkkkk, Arry yang berkelimbung dalam kain hitam, dan yang lainnya, di depan juga dijaga oleh kaka Tyas, kaka Itin, dan lain-lain...

Nah, di hari kedua ini, banyak hal tak terduga yang terjadi...

Di hari kedua ini, antrian lebih panjang dari hari sebelumnya, ada sepasang pengunjung yang menarik perhatian gw, yaitu dua orang gadis yang ber-harajuku manis sekali. Oke, gw tertarik karena emang mereka menarik sekali, yang satu pake baju merah, rok pendek, rambut panjang dikuncir dua dan berkacamata *kyaaaaaaaaaa!!! manisnyaaaaaa!!!* yang satu lagi pake baju putih dengan rambut dikuncir juga, tapiiiiiiiii... hal lain yang bikin gw tertarik adalah, antusiasme mereka, mereka adalah pengunjung yang rajin sekali menanyakan obake yashiki, dan gw sempat berpikir, "mempan ngga ya obakenya kalo sama mereka?".

dan ternyata... MEMPAN! hahahahahahahaha! wajah pemberani mereka berubah begitu masuk ke dalam obake-yashiki! dengan paniknya mereka berlarian dan hampir ngejebol salah satu partisi karena paniknya. HAHAHAHAHAHAHA!!! Gw yang saat itu lagi di-make-up dan belum selesai, jadi gw saat itu masih mengenakan celana jeans, kaos oblong putih, rambut diikat dan muka yang sudah putih karena foundation bertindak sebgai penunjuk jalan karena mereka udah panik, dan gw khawatir mereka bakalan ngejebol partisi, ohohohohohohohohohohohoho...

Yang mengejutkan adalah saat orang-orang dari Kedutaan Besar Jepang rupa-rupanya tertarik untuk masuk ke dalam obake yashiki, sungguh suatu kehormatan, para petinggi negara itu bersedia masuk ke dalam obake yashiki hasil karya gw dan teman-teman... dan mereka berkata, "Sugoi neee..."

lalu pada sore harinya, terjadi hal yang tidak mengenakkan, yang berhubungan dengan obake sungguhan, sehingga kita harus mengganti semua pemeran obake dari yang ini:




menjadi yang ini:



dan ini berlanjut sampai malam...

begitu malam, suasana makin gelap, otomatis keadaan di obake-yashiki yang tertututp kain hitam dan tanpa penerangan menjadi lebih gela lagi ketimbang di siang harinya, hanya dengan penerangan lampu tembak warna hijau, dan bohlam kecil berwarna merah dan biru, serta hembusan asap dari smoke machine, membuat suasana jadi makin menyeramkan, secara psikologis...

gw yang pada saat itu ikut turun tangan menjadi obake kembali menemukan-hal-hal yang menarik. Ada serombongan anak cowok yang masuk ke dalam dan hanya bikin kacau saja, dengan sok-sokan teriak-teriak di depan muka obake-nya sumpah pada saat itu, gw yang kebetulan megang sebuah katana, pengen rasanya itu rombongan gw cincang kecil-kecil, nyolot abis! rawr!!!

ada pula dua pasang pengunjung, yang sepertinya memang berpacaran, masuk ke dalam, dari awal mereka sudah ketakutan, dan lucunya, saking kagetnya, sang cowok jatuh terpeleset, dan ngga sengaja nyelengkat cewenya, cewenya ikutan jatuh, begitu pula rekannya yang lain, sumpah, mau ketawa ngeliatnya... tapi akhirnya dia gw tolongin dan gw tuntun sampe pintu keluar...

ada lagi yang lebih rusuh, pasangan baru lagi, saking kagetnya si cewek sampe menjebol partisi hingga rubuh, bengonglah para obake. Dan dengan secepat kilat, para obake dan panitia lain segera membetulkan partisi yang rubuh sehingga kembali seperti sedia kala, dan acara pun berlanjut...

Ada hal yang membuat gw terkejut, yaitu kedatangan 2 orang junior gw sebagai pengunjung, gw mengenali salah satunya, sebagai Dennis, dia cuma senyum-senyum doang begitu di dalam, dan dia sambil merangkul rekannya, yang dari awal masuk cuma nutup mata dan meluk si Dennis itu saking takutnya. Gw mengenali dia sebagai junior gw dari akos yang dia pakai, yaitu kaos Nihon Club SMA 71, kebetulan gw juga punya satu... begitu di tengah-tengah, gw nanya sama Dennis dengan suara pelan, "Siapa ini, Den?" yang dijawab oleh Dennis, "ini Nanda". Oh... Nanda rupanya...
Tau apa yang mengagetkan? tepat setelah gw bertanya, si Nanda itu langsung menjerit dan jatuh terduduk lemas, jadi gw yang panik dah... Langsung aja gw tuntun ke pintu keluar dan dia tetap menutup matanya sambil nangis... sungguh mengagetkan...

Lalu pengunjung terus menerus berdatangan, dan kami mendengar semakin banyak jeritan ketakutan, hahahaha... that's the most exciting part, when everyone get the creep out of you... hihihi...
dan rombongan terakhir adalah panitia yang pengen jajal obake yashiki, utnuk mereka, kami menyediakan setting khusus, yaitu, tanpa cahaya sama sekali, alias PITCH BLACK!! hahahhaha!! rupanya dari panitia sendiri banyak yang ketakutan, bahkan kami dilarang keluar dari obake yashiki karena katanya banyak panitia yang takut sama make-up kami, yipppie!!

akhirnya semua selesai, dan lampu obake yashiki kembali dinyalakan, kami sudah bisa bernapas lega...

tunggu dulu,... selesai? tidak! masih ada bon odori dan hanabi!!
jadi begitu para pengunjung sedang ber-odori ria di bawah siraman hujan yang tidak terlalu besar, para obake keluar kandang dan membaur dengan pengunjung lainnya, sayup-sayup terdengar suara pekikan terkejut pengunjung yang sedang menari, haha, masih aja ada yang takut..

lagu demi lagu dimainkan, semua menari dengan gembira di bawah siraman air hujan, panitia dengan yukata-yukatanya, para cosplayer, para pengunjung dan para obake, semua membaur jadi satu, disuguhi dengan penampilan salah satu obake, yaitu obake-kabuki yang menari striptease di atas tiang bendera dan disambut dengan sorakan dan tepukan meriah dari para pengunjung. Kapan lagi kalian bisa ngeliat obake kabuki striptease di tang bendera ujan-ujanan? cuma di UNSADA kalian bisa liat itu...

dan akhirnya, acara penutup, yaitu HANABI! pesta kembang api, yang berlangsung saat hujan masih turun.
Turunnya hujan bukanlah suatu kendala, justru membuat suasana lain yang lebih... indah, menurut gw. Melihat ledakan kembang api berwarna-warni dengan tetesan air hujan membasahi wajah dan seluruh tubuh, sungguh satu hal yang belum tentu dapat sering kita rasakan...

Perlu diakui, gw sendiri ngga pernah absen menghadiri Japan Fair UNSADA sejak 6 tahun yang lalu, dan ini menjadi acara Japan Fair paling seru, paling menyenangkan dan paling indah yang pernah gw rasakan. Bravo UNSADA!

Japan Fair kali ini, menjadi sebuah momen buat gw, momen untuk menambah ilmu dalam bidang desain dan kreatifitas, menambah teman-teman baru, pengalaman baru dan banyak hal-hal baru yang belum tentu akan datang lagi di lain waktu.

Di sini gw hanya ingin membuktikan omongan gw, yaitu "BERKEMBANG DALAM KETERBATASAN", dan membuat hal yang mustahil menjadi mungkin, dan tentu saja merealisasikan mimpi-mimpi gw. Dengan dibantu oleh rekan-rekan yang hebat, panitia-panitia yang luar biasa dan semua pendukung acara.

Over All, gw mau mengucapkan selamat pada seluruh panitia Japan Fair 2010 UNSADA yang telah membuat acara yang begitu dahsyat, dan... membangkitkan kenangan lama buat gw, sungguh, mereka- orang-orang hebat. Sebuah kehormatan bisa mengenal mereka... Omaetachi wa SAIKOU!!


Dan...
bagi kalian yang ingin membuat sesuatu... apapun itu, percayalah, bahwa kita semua BISA!

unnecessary review about MAKAN URAB 2

Senin, 18 Januari 2010

| 0 comments
pam pam pam pam pam pam.

la la la la la la la la.

saya mulai gila.

haha, bukan deng, bukan maksud hati mau menggila, emang opening dari postingan kali ini ngga penting, udahlah, cuekin aja...

yak, apa yang akan gw post malam ini?
sebuah review yang (mudah-mudahan) singkat (ngga janji tapinya).

oke... gw baru aja menuntaskan misi suci, misi suci bagi anak-anak kampus angkatan gw, nama misi suci itu adalah MAKAN URAB 2, atau Musik Akustik Antar Jurusan Untuk Keakraban 2. Acara ini adalah acara penting, yang bisa menjadi titik balik bagi keakraban seluruh warga kampus. Menyenangkan, ngeliat semua civitas akademika STDI bersatu demi menciptakan sebuah event sederhana tapi berkesan...

eh... entar dulu... gw bilang tadi... sederhana?? oke... tidur cuma 2-3 jam sehari dalam 1 minggu adalah hal "sederhana", motong-motongin bambu sepanjang malam adalah hal "sederhana", bolak-balik Tebet-Tendean minjem lighting adalah hal "sederhana". pulang jam 3 malem dari kampus adalah hal "sederhana".

di balik proses-proses "sederhana" yang gw sebutkan tadi, hasilnya adalah sesuatu yang LUAR BIASA. Sebuah event yang diadakan di pelataran kampus yang kecil tapi (tidak terlalu) indah, dapat menyatukan semua civitas akademika STDI.

sungguh menyenangkan melihat para civitas akademika dari jurusan DKV, Multimedia, Interior dan Busana bersatu menciptakan acara ini.
Walau saat pelaksanaannya hujan turun berkali-kali, tapi semangat pantang padam, di tengah ujan rintik-rintik syahdu, turnamen bola gebok berlangsung seru, dengan gw sebagai wasitnya dengan pakaian Wiro Sableng, gw tampil gagah, walau mungkin bagi sebagian orang, penampilan gw lebih mirip karateka kebelet eek.

Band-demi band bermain di atas panggung, aksi sulap dari Bhisma dan Yoga, penampilan Beatboxer yang dahsyat, dan pastinya Talk Show yang disiarkan live di lapangan STDI, sebuah terobosan baru yang diadakan di kampus desain ini... hingga acara puncaknya, yaitu mistery guest star...

banyak yang bertanya-tanya, siapa sih mistery guest starnya? artis ibukota? siapa?

ternyata... bintang tamu yang ditunggu-tunggu adalah...

DANGDUT DORONG

yak, sekali lagi...

DANGDUT DORONG

lagi ah...

DANGDUT DORONG

hehe, asyik ya? ngga tau kenapa, pengen aja ngulang-ngulang ngomong dangdut dorong.

di luar dugaan, dangdut yang selama ini orang anggap sebagai musik pinggiran, dapat menyatukan seluruh audiens yang hadir, semuanya goyang asoy, heboh, gaul, dahsyat.

malam itu menjadi malam yang paling hangat di antara dinginnya udara Jakarta setelah diguyur hujan seharian.

mau tau bagian ngga enaknya?

saat semua dangdutan, gw masih di jalan balik abis balikin lighting.

kampret.




yah... after all, acara Makan Urab 2 kali ini berlangsung lancar, dan sukses tentunya... salut buat rekan-rekan gw yang rela banting tulang, rela ngga tidur, rela berdarah-darah, rela muntah-muntah, semua demi acara kampus yang cuma ada setaun sekali, dan bagi angkatan gw, ini satu-satunya event di mana kita bisa terlibat, akrena taun depan udah regenerasi...

tapi belum berakhir kok, masih ada KMDGI dan KETAN URAB 8, mari kawan-kawan, rekan-rekan desainer, tak peduli apa yang kalian urus, apakah kalian mengurus desain di media cetak, special effect di komputer, lay out dalam rumah, maupun bahan tekstil, kita semua bersatu sampai semua mengenakan toga.

dan mengutip kata-kata pembangkit semangat dari pak Bambang:

STDI MANTAP!!

shizuka no yoru ni...

Kamis, 07 Januari 2010

| 0 comments
malem-malem...
harusnya sih gw udah tidur...
ya... harusnya...

di tengah-tengah kesibukan gw, masih sempet-sempetnya gw pesbukan sama blogging...

taelah, gaya bet lu, sibuk macam apa sih?
yah, ngurus proposal... follow up sponsor buat acara kampus... bikin komik... kerjaan... gitu deh...

dengan kegiatan sesibuk itu, dan gw nyaris kurang tidur, harusnya gw udah berbaring di kasur dan beristirahat, tapi seperti biasa, gw suka bandel dan masih maksain nangkring di depan komputer, padahal pala udah ngangguk-ngangguk dan gw ngetik setengah merem...

dalam keadaan hampir K.O gini, apa sih yang pengen gw tulis di blog? iseng banget... kayak ngga ada waktu laen aje...

apa ya? gw jadi bingung sendiri... ah, yasudah, apa sajalah... misalnya seperti...

yang gw rasain akhir-akhir ini??

oke...

mungkin khusus untuk malam ini... gw ngerasa sangat terkejut dan deg-degan, oke, bukan cuma malem ini, beberapa malam sebelumnya juga pernah...
kenapa?
karena kehadiran seseorang di wall gw yang terkadang di luar dugaan gw.

Oke... oke... terdengar lebay, saaaaaaangat lebay... tapi ya gimana? gw ngga tau lagi gimana cara ngungkapinnya, ditambah lagi gw emang lebay, hehehehehe...

wew, goblok aja gitu, cuma gara-gara hal kecil kayak gitu gw bisa sampe deg-degan...

eh... tunggu... hal kecil? ngga... buat gw ini hal besar, yang bisa jadi pijakan buat gw, memang sih, dimulai aja belum, tapi lumayanlah buat modal untuk mulai usaha...

yah, dari awal-awal, mungkin udah kebaca banget ya gw mau ngomong tentang apaan, haha, yah, gitu deh, gw ngga bakal mengelak, karena toh emang gitu adanya, gw mau ngapain lagi coba?

tapi, sebesar apapun modal gw buat memulai, peluang gw untuk sukses kali ini SANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAATTT kecil. Bahkan hampir mustahil.

Mungkin ini adalah saatnya di mana gw harus membersihkan diri dari semua dosa yang pernah gw lakukan di tahun sebelumnya, di mana gw benar-benar kacau, dan mata gw tertutup sehingga gw ngga ngeliat jalan-Nya.
Yang penting adalah bagaimana gw meluruskan niat dan ikhlas. Namanya juga istiqomah... karena gw sendiri sadar, harus "ngebenerin" diri gw sendiri dulu, sebelum mendapatkan seseorang yang "bener" juga... Yang gw bisa lakukan sekarang adalah banyak-banyak berdoa, nambal sholat gw yang masih bolong-bolong, dan *Lebay alert* nyebut namanya di tiap doa gw, mengharapkan sinar-Nya yang bisa menyinari jalan gw menuju pintu hatinya, dan bisa ngelewatin rintangan yang beberapa di antaranya sudah jelas terlihat...

dan kali ini gw ngga boleh salah mengambil langkah, karena kalo sekali aja meleset, maka habislah semua...

berat ya? iya, berat sekali... tapi namanya juga uji kompetensi buat makhluk ciptaan-Nya... dan Allah swt ngga mungkin ninggalin hamba-Nya yang sedang berada dalam kesulitan, atau dalam kesedihan...

Bismillah... Ya Allah... sinarilah jalanku menuju pintu hatinya, berikanlah padaku kuncinya, dan biarkan aku bersemayam dalam ruang hatinya... agar dia dapat menjawab apa yang kukatakan dan dapat melihat lebih dalam, apa yang tersimpan di balik tatapan mataku...

ah, udah jam 2:12 pagi... saatnya istirahat... "dia" juga keliatannya udah menutup mata dan larut dalam mimpinya, hmmmmm... ada gw ngga ya? haha... ngarep...

oyasumi, tenshi.

CHANGE

Senin, 04 Januari 2010

| 1 comments
oke... first, Happy New Year. Semoga tahun ini kita bisa lebih baik dari taun sebelumnya... *begitu kata orang-orang, sebuah kalimat yang klise*

pada postingan kali ini, mungkin gw mau menyinggung "sedikit" tentang perubahan, ya, sebuah perubahan.

mengapa tentang perubahan? yaaa... karena gw pikir cocok aja sama situasi dunia yang sedang dilanda Euphoria Tahun Baru... Dan katanyaaaaaaaaaaa... semua orang mau berubah... semua orang punya resolusi... gw sendiri udah denger macem-macem...

RESOLUSI:
"gw mau dapet IP sekian!"
"gw mau dapet pacar!"
"gw mau lebih rajin belajar!"
"gw mau bla bla bla bla bla bla..."
"Aduh! gw mau boker nih! mules!!" *what the??*

sedangkan buat gw, resolusi yang gw tau adalah 1024 x 768 pixel atau 2816 x 1880 pixel, karena cukup besar untuk diedit dan hasilnya lebih halus. Okay, enough joking, ngga lucu, gw tau.

gw juga pasti punya resolusi, tiap tahun selalu punya, tapi yah... resolusi sekedar resolusi, semuanya tak lebih dar angan-angan awal tahun, 3 bulan ke depan juga udah lupa lagi...
karena itu, lebih baik resolusi gw ngga gw umbar di sini... cukup gw dan Allah swt aja yang tau...

Okay, kembali pada topik.
PERUBAHAN, CHANGE, VERANDERINGEN (Belanda), ATHRUITHE (Irlandia), MGA PAGBABAGO (Filipina), CHANGEMENTS (Prancis).
begitu banyak bahasa yang dipergunakan, tapi semua artinya sama, sebuah perubahan!

perubahan dapat terjadi dalam berbagai hal, sikap, pola pikir, tingkah laku, fisik dan non fisik lainnya. Dan tentu saja setiap "jalan perubahan" memiliki dua cabang, "baik" dan "jahat". Nah, ke arah mana yang kita pilih untuk perubahan kita? tentunya kita semua mau yang terbaik, jadi kita pilih yang "baik", sekalipun jalan "baik" itu penuh lubang, rintangan, berbatu-batu, tapi Insya Allah berujung pada kesuksesan yang hakiki dan halal.
Tapi ada pula beberapa golongan atau individu yang sudah terlampau putus asa, sehingga memilih jalan "jahat", yang cenderung lebih singkat dan cepat, tapi ujungnya sudah dapat dipastikan, "jurang".

perubahan pasti dialami oleh semua orang, baik fisik dan non fisik, kalau fisik, tidak usah gw jelaskan lagi, semua dapat dilihat, didengar, dan dirasakan secara jelas.
sementara untuk perubahan non fisik, mungkin hanya orang-orang terdekat yang merasakan perubahan tersebut. Entah pacar, keluarga, sahabat, atau yang lain.

Gw pernah bertemu dengan kawan-kawan gw semasa SD, banyak komentar yang gw dengar, beberapa di antaranya begini:
"Ih, Uga ngga berubah ya, tetep bawel..."
"Hahaha... ngga nambah tinggi lo, Ga..."
"Masih jenong aje lu!"
"Ya ampun... masih suka bawa selampe?"
"Wuih... gambar lo makin jago aje ye, emang dari dulu udah jago lo..." *narsis mode: ON

Begitulah. Buat sebagian besar teman-teman SD gw, ngga banyak perubahan yang terjadi dalam diri gw, mungkin karena faktor frekuensi pertemuan yang cenderung lama, sehingga mereka ngga sadar hal-hal kecil yang telah berubah, dalam diri gw, maupun teman-teman yang lain, pokoknya, bagi kita, kita yang sekarang tetaplah kita pada masa 8 tahun yang lalu...

Tapi ngga jarang juga orang yang berkomentar mengenai perubahan gw, begini:
"Wah, lo jadi brewok gini, Ga..."
"Gileeee... gondrong ye sekarang... senimaaannn..."
"Wew, udah ngga cengeng kayak dulu lo, udah gentle nih sekarang.."
"Lo udah ngga kayak dulu ga, gw suka gaya lo yang sekarang... haha... Like This mameeeeenn..."

and the most heart piercing of all:
"Kamu berubah, udah ngga kayak dulu."

Nah, terbukti, orang melihat gw dengan pandangan yang berbeda-beda, ada yang bilang perubahan gw erlalu drastis, ada yang senang, ada pula yang kecewa. Terkadang komentar-komentar seperti itu membuat gw bingung, bagaimana harus bertindak, atau bagaimana gw harus menentukan sikap, gw jadi serba salah di sini. Tapi, yang bagaimanapun juga, asalkan kita berniat yang baik, demi perubahan yang baik, diiringi ibadah yang baik, dan banyak berbuat baik, Insya Allah kita bisa menjadi pribadi yang baik...
Okay, gw rasa gw masih ngga pantes bicara soal agama di sini, karena ilmu agama gw juga masih amburadul, yasudahlah, sekedar buat Insight aja...

Dan dalam proses perubahan itu, tidak bisa dipungkiri, pasti ada faktor luar! Perubahan tidak akan terjadi hanya dari faktor intern saja. Dan itu berlaku untuk semua orang, karena lingkungan dan orang-orang sekitar sangat berpengaruh dalam perubahan dalam diri manusia.

Bayi yang baru lahir, bagaikan kertas putih, belom ada tulisan apa-apanya, siapa yang mencoretkan tinta di atas kertas itu? Keluarga, faktor yang paling utama. Lalu tentu saja lingkungan sekitar. Bila bayi itu tumbuh dalam keluarga yang religius dan dalam lingkungan yang religius serta selalu bermain dengan teman-teman yang religius, Insya Allah akan menjadi anak yang religius, semua faktor bekerja, bila kurang satu faktor saja, mungkin hasilnya akan berbeda, tapi ya itu kembali pada Allah swt dan pribadi anak itu.

Begitu juga gw, semua perubahan, fisik, mental, attitude dan segala macamnya dalam diri gw, ngga lepas dari orang-orang di sekitar gw. Dan gw merasa patut untuk berterima kasih pada mereka, karena mereka yang membuat gw "belajar" dalam hidup ini...

1. Fauzan Al-Rasyid
Nah, ini kawan gw semasa SD sampe sekarang, sahabat gw, susah seneng bareng, sama-sama doyan gambar, suka baca asterix, dan pastinya jauh lebih cerdas dibandingkan kepala gw yang isinya sarang laba-laba doang, look, how proud he is wearing his Yellow Jacket...
Sahabat gw yang satu ini, punya andil besar dalam hidup gw, gw dan dia udah berkawan lebih dari 12 tahun, ini orang yang bikin gw paham bener arti sahabat, gw jadi (sedikit) lebih rajin belajar, karena ngga mau kalah sama dia, walaupun ujung-ujungnya gw pasti kalah telak, terutama dalam bidang akademis. Dia sendiri udah banyak berubah, kecuali cambangnya yang memang dari dulu panjang, dia kini lebih berani nunjukkin diri dan berani eksis, ngga pemalu lagi kayak dulu, dan lebih berani menyuarakan pendapat, berorganisasi dan sedikit berpolitik, ditambah lagi dia jadi handal sekali bermain biola, salah satu hal yang bikin gw bengong, karena setau gw, dia ngga pernah berurusan dengan alat musik sama sekali. Nice Change Brother... Nice Change... Gw yakin, sahabat gw ini bakalan jadi orang yang sukses di masa depan...

2. Januar Kurniawan
Naaaaaaah... ini juga, sahabat gw banget nih... Yahud bener ye gayanye? hehehehe, maennya dari SD selalu bertiga, sama si Fauzan juga, lucunya, kita bertiga punya kesamaan, yaitu sama-sama suka bawa selampe, dan tiap kenaikan kelas, di kelas baru pasti kita duduknya bertiga, selama 4 tahun selalu begitu! walaupun pada akhirnya dipindahin juga posisinya sama wali kelas...
Ada satu insiden menarik yang bikin gw sama awang ini sempet berantem, gara-garanya gw ngga sengaja ngejorokin dia nyemplung ke selokan... gitu, hohohoho... those old times...
tapi udah lewat lah yaaa... Dibanding Fauzan, gw lebih jarang ketemu sama awang, wew, kangen juga gw sama dia, menggila bertiga seperti jaman SD dulu... Dari seorang awang juga gw mendapat banyak pelajaran, karena pada waktu itu, awang mungkin yang paling dewasa di antara kami bertiga...

Nah, ini foto kami bertiga waktu terakhir ngumpul bareng pas kelas 3 SMA awal-awal... haha, cupu banget ye?


3. Rendy Irawan
Ini juga mai bespren... gw udah betemen ama dia sekitar 8 tahun lebih... Kalo kata guru seni musik gw dulu di SMA, gw sama rendy itu sifatnya bertolak belakang, gw yang petakilan, ngga bisa diem, dan brutal serta bengis, sementara Rendy orangnya pendiem, cukup cerdas, cool, ngga neko-neko, dan SANGAT canggih kalo maen gitar, wew... tapi justru itu, Rendy bisa ngimbangin kelakuan gw yang bisa bikin orang Istighfar.
Gw sama dia saling belajar, gw banyak minta nasehat (baca: curhat) sama dia, dan begitupun sebaliknya, terlebih lagi Rendy ini termasuk orang dengan pikiran luas dan pola pikir yang cukup dewasa. Sejak SMP sampe sekarang, dia juga mengalami perubahan yang walaupun tidak terlalu signifikan, tapi cukup terasa bagi gw dan orang-orang terdekat lainnya, seperti rasa humor yang bertambah, juga menjadi lebih terbuka pada orang lain, tidak se"dingin" dulu. Well, tanpa dia, mungkin gw bakal merana di akhir tahun SMA gw...

4. Ibu Nina
Nama lengkapnya Esty Fiksyanina. Guru Seni Musik semasa gw SMA. Kalo mau tau yang namanya guru, ini dia! she's the hell of a teacher! Oh My God, AI LOP YU PUL BU NINAAAAA!!!! hahahaha... Bu nina ini selain menjadi guru, bisa juga menjadi teman bagi murid-muridnya, ya mungkin karena faktor umur yang ngga terlampau jauh, masih dua puluh sekian, hahaha... Makanya, paham banget dunia anak muda. Ibu Nina ini (pantesnya sih dipanggil Kak Nina, ato Mbak Nina, tapi karena ini guru gw yasudah hehe) adalah seseorang yang membuka amta gw dan membantu gw dalam mencapai mimpi-mimpi gw, kata-katanya selalu memberi gw pencerahan, dan di sela-sela kesibukannya mengajar, pasti nyempetin diri buat ngajarin gw maen seruling bambu, harmonika, sampai curhat-curhat, ahh... gw cinta guru gw yang satu ini... Berkat Bu Nina juga kehidupan SMA gw tambah menyenangkan, dan, perlu diketahui, dia ini juga sangat obyektif, jadi selalu menilai sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya, termasuk nilai ulangan gw yang ngga jarang ngga lulus SKBM dan akhirnya remedial terus... haha, biarin deh, yang jelas, Bu Nina adalah salah satu guru yang sangat gw kagumi, dan begitu gw lulus, gw sangat merindukan saat-saat gw diajar olehnya...

5. The Deadliner
Tunggu dulu... kenapa namanya The Deadliner??
Karenaaaaa... kami adalah mahasiswa yang kalo ngerjain tugas udah mepet tanggal deadline-nya, hehehe... bagi mahasiswa yang baik, ini jangan ditiru, hanya akan membawa anda pada kesulitan yang teramat sangat melelahkan...
Terdiri dari Gw, Danny (yang paling atas), Frida (di bawah gw) dan Zaky (paling bawah). Dari mana dapet namanya? ya dari itu tadi, sejarahnya, kita waktu itu baru semester 2, dan dapet tugas fotografi yang mengharuskan kita meliput sesuatu, yaaaa... photo journalism gitulah... biar ngga ribet, kita ngerjainnya bareng-bareng, tapi ya tetep aja ngerjainnya 1 hari sebelum dikumpulin, 1 HARI!! sementara ada 10 foto yang harus didapat... edan.
alhasil, kita ngga tidur selama 4 hari, karena selain fotografi, kita juga ngerjain tugas Script & Storyboard yang lagi-lagi dikerjakan pada H-1, wew... Tapi hebatnya, semua selesai dan dapat nilai A! hebaaaaaat... atau hoki?
hahaha... yang jelas 3 orang tolol ini meramaikan hari-hari gw di kampus yang gw kira bakalan datar-datar aja..

6. Desain Multimedia 2008
Nah, ini lagi... segerombolan desainer nista, hahahaha... berkat mereka, hari-hari gw di kampus tambah rame!
Searah jarum jam, dimulai dari yang make baju kuning, namanya Dita, Pol, Yanuar, Gw, Joko, Randy, Fickar, Stephanie, dan Vina, sedangkan yang moto namanya Indra, kayak apa mukanya? biarlah agar tetap menjadi misteri... yang jelas Indra sudah sangat berjasa dengan membiarkan gw nebeng tiap pulang dan pergi ke kampus dari semester 1... hwa hwa hwa hwa...
Sebenernya masih banyak lagi, ini yang di poto baru sebagian kecil aja, tapi gw ngga punya poto yang pas lagi semuanya ngumpul sih...

7. RONIN
Yak, ini dia, Band gw yang pertama! tepatnya saat SMP, coba liat potonya, masih pada culun banget. Searah Jarum jam, Oneng yang lagi ngangkat tangan, dan Diana di sebelahnya selaku manajer, Ewa (gitar), Kokom (vokal), Ridha (bass), Rendy (lead gitar), Diedra (Keyboard), gw (vokal) dan Rifqi (Drum).
Kenapa mereka membawa perubahan buat gw? Karena bersama mereka, gw berhasil mewujudkan salah satu keinginan gw, punya band yang bisa memainkan lagu ber-genre Japanesse Music! Mantap! Akhirnya gw bisa menyanyikan lagu-lagu L'arc~en~Ciel bersama mereka, tapi ngga cuma lagu Jepang, kami juga suka nyanyiin lagu Idonesia, kayak lagunya COKELAT, /RIF, KOES PLOES, sampai remix sendiri lagu HELI-nya chicha koeswoyo yang dipadukan dengan lagu Stranger by the Day. Tidak lupa remix tolol lagu balonku dan bintang kecil yang dibikin Jazz dan Dangdut. Pada akhirnya, selepas gw, Rendy, Rifqi, Kokom, Diana dan oneng lulus, menyisakan Diedra dan RIdha yang pada waktu itu masih sekolah (mereka junior gw), RONIN bubar. Mungkin karena sudah tidak ada waktu lagi untuk bertemu dan aliran musik kami yang sebenernya berbeda-beda tiap orang. But still, saat-saat gw latihan dan manggung bareng mereka, ngga ada yang ngalahin!

8. Nihon Club
HAHAHAHAHAHA!!!! INI DIAAAAAAA!! KLUB PALING KACAU YANG PERNAH GW IKUTIN!!!!
Klub Jepang di SMA gw yang hingga tahun ini, sudah 7 tahun berdiri, dan meninggalkan BANYAK SEKALI kenangan. Wah, di foto kelihatannya anggotanya banyak sekali ya? Ah... itu baru 2 angkatan, ditambah beberapa alumni... Jumlah kami itu ada BANYAK sekali, kalo mau dihitung dari tahun 2003 hingga sekarang, Berbagai generasi terus berdatangan, tapi semua tetap saling kontak meskipun sudah lama lulus dan selalu memupuk keakraban yang sama, terkadang, kalo ngebuka folder foto-foto Nihon Club dari jaman gw kelas 1 SMA sampe gw lulus, gw pengen nangis sendiri, TERLALU banyak kenangan yang membekas, dan mereka udah seperti keluarga gw sendiri, cuma 2 kata yang bisa gw katakan buat mereka, "Tak Tergantikan".

9. Lebay Boys
Nah, kalo ini geng-gengan gw semasa SMA, terdiri dari anak-anak nihon juga, dari angkatan gw...
Yang tengah dan seram tapi tampan itu Andri, sang pemimpin, dari kiri, Boim, gw, Ismud dan Zoya, walaupun sekarang terpencar dan kuliah di tempat berbeda, kami selalu berkumpul kalau ada kesempatan, khususnya buat Zoya yang memang kuliah di bandung...
Para makhluk ini memberikan gw banyak sekali pengalaman-pengalaman aneh tapi nyata serta unik semasa gw SMA, bahkan sampai sekarang...

10. Republik ANU
Khusus untuk ini, gw ngga nampilin foto, karena sayangnya belum ada foto Republik ANU yang bener-bener full team, dan gw ngga mau nampilin foto secara terpisah, karena gw ngga mau ngeliat republik anu terpisah-pisah! Gw sebutin aja namanya:

-Gw, itu pasti haha!
-Emi, teteh gw di kampus.
-Gio, rekan sejawat satu jurusan
-Danny, yang paling di"tua"kan
-Manda, temennya Emi
-Sogi, si mbah
-Ireth, yang paling ngenges
-Frida, si bocah
-Dita, yang (merasa) paling manis
-Jaki, yang desperet mulu

haha, ini makhluk yang bikin keseharian gw di kampus makin aneh, hahay!

11. Emi
hehehehehe... yang ini teteh gw... teteh gw di kampus... well, she's not my real sister, but she's like a real sister to me, gw curhat sama dia, begitu pula sebaliknya, dulu, sempat saking dekatnya gw sama dia, para senior di kampus pada salah paham, mengira gw sama Emi punya "hubungan" lebih dari sekedar kakak-adik, haha... sungguh, gosip itu cepat sekali menyebarnya...
Tapi berkat Teteh Emi, gw bisa bersikap lebih dewasa, dan sebagian besar perubahan baik dalam diri gw, disebabkan olehnya, thank you so much teteh...

12. Silat JURUS 71
Kalo yang ini, perguruan silat gw, titik balik perubahan diri pada gw. Bersama mereka, gw belajar banyak, tidak hanya kekuatan secara fisik, tapi juga mental, dan rohani. Di sini jugalah proses pendewasaan diri gw dimulai, dengan latihan berat yang menyenangkan, dan suasana kekeluargaan yang begitu terasa, ah, sungguh menyenangkan saat-saat itu, terutama saat kenaikan tingkat, deg-degan, ketemu guru besar, para pelatih dan sepuh berdatangan, waw... pengalaman yang tiada duanya...

13. Last, but nt least. Shinta
Well, I wouldn't put her pict here, bukannya apa-apa, tapi biarlah gw aja yang nyimpen, gw hanya sekedar pengen berbagi cerita, kalau dia juga menyebabkan perubahan dalam hidup gw, gw belajar banyak mengenai sebuah hubungan, dan menjalani hubungan itu ngga semudah lo membalikkan telapak tangan. Banyak yang gw lalui bersama dia, yang susah dan yang seneng, tapi kebanyakan sih yang suah, secara gw nyusahin mulu, tapi ya itu tadi, gw jadi belajar banyak dari kesalahan-kesalahan yang gw buat, walaupun emang salah-salah melulu... well, satu tahun bukan waktu yang cukup lama, tapi juga ngga bisa dibilang singkat, dalam jangka waktu itu sebelum semuanya diakhiri, terkadang gw berpikir untuk melakukan hal-hal radikal dalam menjalani hubungan itu, oke, lebay, gw akui, and I'm not the romantic person, tapi harus diakui, gw menjadi dewasa dalam jangka waktu tersebut, walaupun di saat-saat terakhir, dan setelah itu, gw memutuskan, untuk memantapkan jati diri, idealisme, pola pikir dan konsistensi gw sebelum gw membina hubungan lagi, yah, walaupun gw sempet melakukan kesalahan yang fatal pada akhirnya.
Tapi kemudian gw berpikir kembali, dan memulai perubahan yang baru, benar-benar baru. Karena gw ngga mau lagi nyakitin perasaan orang yang gw sayangin, seperti yang sudah-sudah.
Jadi... berkat dirinya jugalah gw bisa jadi orang yang seperti sekarang ini...

well, sebenernya masih ada beberapa orang yang berpengaruh dalam perubahan hidup gw, tapi karena gw memutuskan untuk menyimpan kenangan tentang mereka buat diri gw sendiri dan karena emang gw ngga nemu foto yang pas, hehehehe...

oke, gw sebut aja nama mereka dalam honorable mention...
mereka adalah:

D'AVES
-Aqilla
-Virlly
-Rendy
-Rifqi
-Fauzan
-Ismi
grup yang berisi orang aneh, yang bikin masa SMP gw jadi lebih berwarna, all hail to the birds!

New Vogue Children Cosplay Team
terutama Ari dan Mitha, dua orang yang benar-benar seperti kakak gw, bisa ngasuh gw dari jaman SMP sampe jaman biadab begini, hehehehe... sangat menyenangkan...

dan beberapa nama terhormat lainnya...

Jadi terbukti, kita ngga akan bisa berubah dan sukses tanpa orang-orang di sekitar kita, dan gw sangat berterima kasih pada orang-orang di atas yang gw sebutkan... dan bagi yang ngga gw sebutkan, gw mohon maaf, tapi kalian selalu punya tempat spesial di hati gw...

regards.

pipis, lop, en gaul.


some nickname and quotes from everyone around me...

Jumat, 06 Maret 2009

| 0 comments
gue hidup dikelilingi banyak orang yang datang dan pergi dalam kehidupan gue...

tapi mereka yang pergi ngga sekedar pergi, mereka meninggalkan jejak, dan yang tetap tinggal pun meninggalkan jejak mereka, yang paling mudah diingat adalah nickname yang mereka berikan dan quotes khas mereka...


ini adalah sebagian kecil dari mereka yang berbaik hati memberikan gue nickname yang artistik dan kata-kata yang paling sering mereka katakan pada gue...


Rendy : "Ga, What do I have to say to her?"



Andre : "Heh, Jurig! Sokin dokul lau!"


Munen : "Ga, Kopoylah... eh, si 'itu' gimana??"


Addin : "Eh, Jidat! Balikin celana gue!"


Faisal : "Eh, Pisang, ke mane aje lu!?"


Nee-chan : "Anakku, kapan kita jalan lagi??"


Miyu : "Hee... kemarilah... ini adalah keakraban antara ayah dan anak..."


Ismud : "'Dia' adalah dewa... huuuu...uuuuu..."


Aqilla : "Rai, kapan nih D'AVES ngumpul lagi??"


Rifqi : "Lung, bokep dasar..."


Putri : "Elgar! Luncurkan torpedo!!!"


Ditha : "Ehhh... manusia ragunan... ragunan apa kita?


Yanuar : "Ga, ada yang baru tuh, udah keluar..."


Andri : "Dorama ini sangat menggugah hati... Tontonlah..."


Itu sedikit saja dari beberapa orang terdekat gue, sebenarnya masih banyak lagi, tapi ngga mungkin gue jabarkan di sini semuanya... hyak hyak hyak...


mungkin seiring dengan berjalannya waktu, nama panggilan gue yang aneh-aneh akan muncul lagi, contohnya, begitu gue masuk kuliah, gue diberikan nickname sebagai berikut:


-Anak capung

-Ketua Toge

-Lapangan Berjalan

-Jepang Gila



ada-ada saja... Lalu? nickname apalagi yang cocok buat gue??

Memaknai kehidupan

Senin, 09 Februari 2009

| 2 comments
Terkadang, untuk memaknai sebuah keberadaan, kita harus merasa kehilangan... Ironis memang, bahkan untuk meghargai kehidupan, kita juga harus kehilangan sesuatu yang berharga, sahabat, keluarga... atau orang-orang tersayang lainnya...


Kemarin, hari Minggu, 8 Februari 2009, gue kembali kehilangan seorang sahabat, Dwiyanto Wisnugroho, yang biasa dipanggil Wisnu, atau lebih dikenal sebagai Kubi di antara anggota Silat Jurus 71...

Kabar meninggalnya sahabat gue itu gue dapet dari temen gue, Yoga, sekitar jam 10.oo pagi... Gue ngga percaya pada awalnya, tapi abis itu masuk lagi kabar dari Wiwi dan Andre, akhirnya, gue dipaksa menerima kenyataan, bahwa sahabat gue sudah tiada... Mengenai penyebabnya, hanya Allah yang mengetahuinya, karena Wisnu sendiri nggah pernah buat temen-temennya khawaitr kalau dia sakit... Bahkan di saat-saat terakhirnya, dia ngga pernah bikin repot orang lain...


Wisnu di mata gue, juga di mata teman-teman gue, adalah seseorang yang ngga pernah cari masalah, badannya besar, wajahnya adem, ramah, bahkan sama yang dia kenal sekalipun, humoris, seneng bercanda, doyan anime sama manga, terutama Bleach sama Prince of Tennis... Rajin Ibadah... Ngga pernah macem-macem, ngerokok, minum, sama sekali ngga pernah disentuhnya, dia juga paling ngga bisa nolak permintaan teman-temannya, benar-benar sosok yang pasti disenangi banyak orang karena kerendahan hati dan kebaikannya...


Tapi kini, sosok besar yang ramah itu sudah tiada, dirinya sudah tenang di haribaan Allah swt... mungkin Allah telah menyelamatkannya dari dunia yang udah busuk ini... Kepergiannyayang tiba-tiba  merupakan sebuah pukulan besar bagi gue, terutama seluruh anggota Perguruan Silat JURUS SMAN 71... Setelah kepergian seorang pelatih, alm. Mas Tisna, lalu menyusul senior Ichsan, lalu Wisnu, sungguh kehilangan yang amat besar bagi kami...


Tapi Semangat mereka tidak akan pernah mati, mereka akan tetap abadi di dalam ingatan dan di dalam hati kita semua, Wisnu adalah sosok yang tidak pernah bersedih, dan tentunya dia ngga ingin kita sedih yang berkepanjangan, karena semasa hidupnya, Wisnu ngga pernah dan ngga mau bikin orang susah. Karena itu, demi Wisnu, kita harus tetap melangkah dan maju, dengan semangat yang sama, dan kini, kita semua membawa semangat dan jiwa Wisnu bersama dalam diri kita...


Oh iya... Nu... DVD Bleach punya lo masih ada sama gue... Belum sempet gue balikin... Pasti gue jaga baik-baik...
Chapter baru di onemanga juga udah terbit... lo belum sempet nonton sama baca ya? Nanti gue ceritain deh, hehehehe... sampai kita ketemu lagi yaa...


Selamat Jalan Kawan, Ingatan Tentang Dirimu Tak Akan Lekang Oleh Waktu, Api Semangatmu Tak Akan Pernah Padam, Tawamu Akan Selalu Terngiang Di Telinga Kami, Senyummu Akan Selalu Ada Di Benak Kami, Kami Akan Terus Menjalani Kehidupan Kami Dengan Gembira Seperti Dirimu Yang Selalu Tertawa, Sampai Tiba Saatnya Kita Akan Bertemu Lagi...

What The...

Jumat, 06 Februari 2009

| 1 comments
kemaren, gue jemput bokap gue di caman, sore-sore, sekitar jam 6... gue nangkring di ujung jembatan tol, depan tukang koran, saat gue lagi bengong sendirian, datenglah engkong-engkong berjaket dan berpeci menghampiri gue, menepuk pundak gue dan terjadilah dialog sebagai berikut...


engkong: tong, lu narik kagak?

gue: ???

engkong: lu narik kagak? gue mo ngambil bocah di sono noh (sambil nunjuk arah cikunir)

gue: kagak, saya bukan ojeg, saya nungguin bapak saya!

engkong: (masih menepuk pundak) oh, gue mo ngambil bocah di sono... kagak narik?

gue: KAGAK

engkong: nungguin bapak pulang kerja ya?

gue: IYA

engkong: ya udeh... (pergi ke arah yang berlawanan)


gondok abis.

gue dikira tukang ojek sama engkong-engkong! plis deeeeh... dengan motor cuma segede ember, apa gue bisa ngangkut orang dewasa? ngangkut bokap gue aja jalanya udah ndet-ndet... tu engkong matanya rabun apa? (atau emang rabun ya?)
apa posisi gue nunggu yang emang banyak tukang ojek ngetem yang membuat engkong itu ngira gue tukang ojek juga?
atau...
tampang gue emang mirip tukang ojek?

yang manapun jawabannya... nothing seems right to me...

owalah...

1996 - 2002

Rabu, 04 Februari 2009

| 0 comments
Semua orang berubah. Baik itu menjadi lebih baik, atau buruk. Begitu pula gue dan kawan-kawan lainnya...


Siang ini, gue bertandang ke rumah temen gue yang baru pulang setelah ilang di gunung, yaitu Dimas Hartanto, yang nyatanya SEHAT-SEHAT SAJA, bersama 6 mahasiswa YARSI lainnya. Dasar itu orang nyusahin, kirain ilang beneran, sementara gue dan temen-temen semasa SD kelimpungan, khawatir dan panik segala macem, ngga taunya dia ditemukan lagi nyayur...


Semprul.


Tapi... mari ambil hikmahnya... hari ini juga gue jadinya ngumpul bareng temen-temen SD yang udah lama banget ngga ketemu, sekitar 6 tahun, walaupun ada yang udah ketemu sekitar dua tahun yang lalu, jadinya semacam reuni kecillah, memang tujuannya ngumpul buat ngomongin reuni yang akan diadakan bulan ini...


Yang tadi ngumpul memang cuma sedikit, tapi cukup untuk membangkitkan kenangan lama semasa SD, dan harus diakui, walaupun penampilan ngga banyak yang berubah, perubahan itu tetap terasa... Ada Boan, Indres, Dicky, Fikri, Regita, Tiara, Ipi, Revi, Rissa, Putri, dan jelas, Dimas si anak ilang. Harusnya sih Awang sama Fauzan juga dateng... tapi Fauzan kelamaan nunggu kereta, sementara awang ditungguin ngga dateng-dateng...


6 tahun mungkin waktu yang cukup untuk merubah seseorang, walaupun perubahan itu tidak nampak terlalu signifikan, tetap saja... misalnya, Fikri yang dulu pendiem, suka tidur di kelas waktu kelas 5, sekarang jadi lebih tengil, bawel, rame dan kocak, tapi tetap, dia adalah Fikri yang gue dan lainnya kenal. Juga Ipi yang lebih "bocor" dibanding 6 tahun yang lalu... tapi, sekali lagi, tetap, dia adalah Ipi teman kita, anggota kelas VI A yang penuh sesak...


Secara fisik pun kita pasti berubah, seperti Fika yang pake Jilbab, Dimas yang nambah tinggi, Nita yang katanya juga udah pake Jilbab, Hendy yang tidak sebesar dulu lagi, Uta yang lebih tegap, dan lain-lainnya...

Yang tidak berubah pun ada... Panji yang masih item, Ibram masih tengil, juga Indres, Putri, dan gue yang... tidak tambah tinggi... hiks... lalu ada juga Timot... Abud masih jail... Geo yang bongsor... dan banyak lagilah...


Tapi tetap, itu tidak akan merubah kenyataan, bahwa dulu, 6 tahun yang lalu, kita semua pernah satu kelas, susah senang bersama... Nangis satu kelas bersama... haha... what a memories...


Nah, gue jadi pengen tau, sebanyak apakah mantan murid-murid kelas VI A yang dulu suka ribut sama kelas VI B tiap abis main kasti? Siapa lagi yang berubah selain yang gue sebutin? hemm... Let's Find Out...


Makanya... GUYS!!! DATENG YA DI REUNI SD!!! DI RUMAHNYA KRISVINIA!!! tanggal berapa gue ngga tau YANG JELAS 2 MINGGU DARI SEKARANGLAH!!! HARI MINGGU!!


Akan ada sambutan dari Dimas Hartanto selaku ketua kelas VI A...
Host: Ipi dan Awang


DATENG YAAAAA!! kangen nih...

2008? 2009? ah, what the heck...

Jumat, 02 Januari 2009

| 0 comments

Sekitar satu bulan lalu, orang begitu antusias menyambut tahun baru, lengkap dengan mercon beserta terompetnya... Terkadang gue berpikir, apa sih istimewanya Tahun Baru sehingga harus disambut dengan terompet dan mercon segala? oke, gue bukan orang yang skeptik dan no offense buat kalian yang melakukan hal itu, karena gue juga kok, gue juga ikut nyalain mercon yang percikan apinya dengan sukses nyundut mata kanan gue...

Hanya saja... gue cuma berpikir, bagi kalian yang menyambutnya dengan gembira, apakah makna dari hal tersebut untuk kalian? Tentu berbeda-beda... Karena jujur saja... Buat gue, rasanya satu-satunya hal yang berbeda adalah angka 8 berubah menjadi 9...

Baiklah, agar tidak terlalu offensif, mari kita tinjau dari sisi positifnya...

Banyak dari kalian yang mulai mengatur resolusi baru untuk ke depannya... itu adalah hal yang bagus, berarti kalian punya keinginan yang baik untuk berubah... Dan gue doakan, untuk kalian yang akan mewujudkan resolusi kalian, semoga berhasil dan kalian akan sukses dunia akhirat... amin...

namun dari segi negatif pun ada... beberapa di antaranya, di tempat-tempat rekreasi, seperti Monas misalnya, sampah jadi berserakan! Bahkan menurut berita, sampah tersebut memakan waktu3 hari untuk dibersihkan... aduuuhhh... emang dasar mental orang Indonesia... kalo ntar banjir yang disalahin pemerintah lagiiii... ngaca dulu mas... mbak... yang buang sampah juga siapaaa...

memang di lain pihak, sampah-sampah tersebut, khususnya sampah kertas, botol bekas dsb, menjadi rejeki untuk para pemulung, yang memang dari situlah mereka dapat hidup... hanya saja... apakah harus tetap seperti ini caranya?

Dan bagaimana dengan gue?

Oke... untuk gue sendiri, apa sih makna pergantian tahun? Tentu saja gue juga punya resolusi untuk ke depannya... tapi... sebelum menyusun semuanya, gue perlu mereview kembali apa yang telah gue lakukan pada tahun sebelumnya...

kalo dipikir, mungkin ngga banyak hal berguna yang gue lakukan sepanjang tahun 2008, oke, setidaknya ada... Tapi mungkin tahun 2008 juga tahun yang menyimpan kenangan buat gue, karena di tahun inilah perubahan dalam hidup gue terjadi, yaitu pergantian status dari siswa SMA menjadi Mahasiswa, kedengerannya sih simple, tapi percaya deh, TIDAK SEMUDAH YANG KALIAN BAYANGKAN, well, setidaknya buat gue... Karena itu, kenangan semasa SMA akan sangat berharga...

Selain itu, di tahun 2008 juga gue akhirnya mendapatkan seseorang yang bisa melengkapi gue lagi, setelah dengan perlahan-lahan gue mencoba mengumpulkan pecahan hidup gue yang terbuang selama gue berada dalam "Satu Tahun Yang Sia-sia" selama gue SMA. 6 Februari 2008, saat di mana gue kembali merasakan nyamannya berada di samping seseorang yang dicintai...

dan yang lainnya... mungkin kenangan yang sedikit menyebalkan, karena pada tahun 2008 adalah saat-saat di mana otak gue nyaris pecah dengan segala hal tentang pendidikan, UAS, UAN, Ujian Praktek, SNMPTN, UMB, USM, dan segala macam tetek bengek lainnya, yang artinya adalah, belajar, belajar dan belajar sampe mencret. Gara-gara hal itu juga gue jadi merasa bahwa tahun tersebut adalah tahun penuh perjuangan, oke, jujur saja, rasa tegang selama ujian bisa menjadi sebuah pleasure kalau kita sukses mengerjakannya, dan hal tersebut cuma gue rasakan waktu UAS, UAN dan Ujian Praktek, karena gue lulus, sisanya? Gatot... dan nomer pendaftaran gue ngga pernah muncul di database pemerintah... bye-bye yellow jacket, bye-bye ganesha... and welcome... err... Jacket Telor Asin... Warna Jaket Almamater Gue Emang Ijo Telor Asin, untung ngga ada stempelnya... bisa-bisa dikira dari brebes gue...*


Eniwei... gue sendiri hingga kini masih terus berharap bahwa tahun ini ada titik balik dari apa yang telah gue lakukan, dan ada perbaikan... apak itu perbaikan ekonomi, pendidikan dan whateverlah, selama itu bisa memperbaiki kekurangan yang ada pada 2008 lalu... yah... let's see then... New Year? What The Heck...

Diberdayakan oleh Blogger.