Sudah berapa lama?
sebenernya sih disentuh, tapi cuma gitu doang, ngga ngepost atau ngapa-ngapain, cuma sekedar ngecek doang, dan keadaan masih sama. Statis. Ngga ada cerita yang menarik.
Bukan. Mungkin bukannya ngga ada, tapi belum.
Bicara soal "berapa lama", gue jadi teringat, ada beberapa hal yang sudah lama ini ngga gue rasain, ngga gue nikmatin, bahkan ngga gue temuin. Macem-macem sih.. Udah lama ngga ngerasain nikmatnya tidur siang, udah lama ngga ngumpul-ngumpul bareng temen dan ngalor ngidul sampe malem, udah lama ngga corat-coret pake cat acrylic di atas kanvas atau permukaan apapun, udah lama ngga ini, udah lama ngga itu, udah lama ngga begini, udah lama ngga begitu..
Banyak hal yang keliatannya terlewat oleh gue, entah penyebabnya apa, gue yang terlalu (sok) sibuk dengan kerjaan? belum tiba saatnya untuk ngerasain hal-hal itu lagi? atau emang hal-hal tersebut ngga akan pernah gue rasain lagi?
Anyway, ada satu perasaan yang pada akhirnya kembali gue rasakan. Rasa sayang. Nope, bukannya gue selama ini ngga menyayangi orang-orang terdekat gue, bukan itu maksudnya, ini rasa sayang yang berbeda. Bukan rasa sayang kepada seorang sahabat, bukan rasa sayang yang muncul ketika kita naksir sama seseorang dan berharap dia jadi pacar kita, bukan rasa sayang terhadap benda favorit kita, atau rasa sayang terhadap alam sekitar. Tapi.. rasa sayang kepada seseorang, seseorang yang kita bahkan ngga tau sejak kapan kita jadi sayang sama dia, seseorang yang kita ngga tau sampai kapan kita bakalan terus bersama. In fact, gue bahkan ngga tau dari mana rasa sayang ini dateng. Kompleks banget kan? iye, gue emang ribet, gue tau, tapi ya menurut gue emang begitulah sejatinya rasa sayang.. lo ngga akan pernah bisa ngejelasin dari mana datengnya, kapan perginya, bahkan hakikat dari rasa sayang itu sendiri. Tapi yang gue tau, rasa sayang itu sifatnya universal, tidak ada tawar menawar, semua bisa ngerasain itu.
Lebay? iya emang, tapi ya memang begini yang gue rasain, gue mau ngomong apa lagi? Memang, mungkin karena pengaruh menjomblo selama 3 taunan dan menghadapi penolakan beberapa kali yang bikin gue kesannya jadi jomblo kronis, hahahahahaha. Pret.
Yah, terlepas dari semua itu, kita ngga akan pernah tau, siapa yang pada akhirnya akan ada di sebelah lo, terkantuk-kantuk sambil menyenderkan kepalanya di bahu lo. Atau siapa yang akan memeluk lo dari belakang ketika sedang mengendarai motor berdua pulang dari kampus. Dan siapa yang akan memberikan lo pelukan hangat ketika lo sedang dihantam berbagai pikiran yang bikin hari-hari lo kacau, dan pelukan itu yang membuat lo ngerasa bisa bangkit lagi.
Dan untuk sekarang, gue merasa sangat nyaman dengan kehadirannya di samping gue, terlepas dari adanya sebuah perbedaan di antara kita, gue ngerasa untuk saat ini, dia yang mampu mengisi kekosongan yang selama ini gue biarin, dia yang mampu mengimbangi segala ketololan gue, dia yang mampu memberikan kehangatan meskipun hanya dari sebuah pelukan sederhana atau kecupan yang datang dari bibirnya yang lembut.
Sudah berapa lama gue ngga ngerasain hal-hal itu?
udah ngga penting lagi, dia udah ada di samping gue sekarang :)
Suatu saat nanti..
Sejak mengenal benda tersebut belasan tahun silam, komik menjadi bagian penting dalam hidup gw. Pertama kali gw mengenal komik, itu melalui majalah Bobo dan Donal Bebek dan tidak lupa Doraemon serta Dragon Ball. Kegemaran membaca dan bercerita, ditambah hobi menggambar yang diperkenalkan orangtua gw sejak gw berumur 3 tahun, cita-cita gw mantap. Gw mau jadi komikus.
Karakter-karakter fiktif asal Belanda (iya, Bobo aslinya dari Belanda lho, pada tau ngga?), Amerika dan Jepang itu terasa nyata buat gw yang pada saat itu masih SD. Hidup gw penuh dengan pelajaran moral dari Bobo, komedi slapstick dan omelan khas Donal bebek, benda-benda ajaib Doraemon dan kekuatan super Son Goku. Pada saat itu gw belum mengenal komik Indonesia.
Nah, suatu ketika, di SD gw kedatangan mobil perpustakaan keliling, dan gw sebagai anak yang doyan membaca, segera menghambur dan merangsek membabi buta untuk mencari komik. Di situlah gw menemukan sebuah komik tua, udah lusuh dan halamannya lepas-lepas, berjudul Ramayana dan Mahabharata, yups, komik masterpiece karya sang legenda, sang maestro, sang inspirator, alm. R.A Kosasih
Itulah awal perjumpaan gw dengan komik Indonesia, pada saat itu gw ngga tau kalo ternyata komik yang gw pegang itu, yang ngga diminati temen-temen gw yang lain, adalah sebuah mahakarya, sebuah kitab suci bagi dunia perkomikan di Indonesia (oke, mungkin agak lebay..).
Tahun demi tahun berlalu, sejak saat itu, banyak sudah judul-judul komik gw lalap, mulai dari serial misteri seperti Kelas Malam, Misteri Bunga Suzuran, serial action seperti Kenji, Boy Action (atau Ashita No Joe), Kotaro, Kungfu Boy, sampai serial cantik macam Amarilis, My Best Rival Is My Best Friend, Girl's Evolution (Yamato Nadeshiko Shichi Henge) dan Happy Cafe. Segala macam genre udah gw babat, tapi rata-rata ya komik Jepang atau Manga..
Komik Amerika yang gw tau ya paling cuma bangsanya Marvel/DC atau Donal Bebek dan kawan-kawan, sementara Komik Indonesia yang gw tau ya itu, masih Ramayana dan Mahabharata,sama palingan komik karya Tatang S, yang biasa dijual di abang-abang (dan ternyata komik ini sekarang jadi incaran kolektor..).
nah, saat gw SMP, gw mulai mengenal komik-komik Indonesia, yang memang pada waktu itu masih dalam keadaan "tertidur". Ada studio Bajing Loncat, Pet Shop, Komikers dan beberapa nama lainnya, hanya saja waktu itu pengaruh Manga masih sangat terasa, sehingga "feel" Indonesianya masih kurang begitu terasa, tapi ada juga komik dari penerbit Mizan yang menerbitkan komik dengan latar kisah 1001 malam yang dikemas dengan komedi, tapi nampaknya masih belum terdengar sampai ke masyarakat luas, tapi itu adalah sebuah awal, menurut saya.
Sejak saat itu, gw mulai menemukan komik-komik karya anak bangsa lainnya, sebutlah nama seperti Li Julian, Bayou, Galang Tirtakusuma dan lain-lain. Satu yang menarik perhatian saya ya Galang Tirta ini, dengan karyanya waktu itu "True Love", sebuah cerita remaja SMA dengan bumbu rohani, roman dan komedi, sejak itu gw mulai merasa bahwa "sang raksasa telah membuka mata", tapi ibarat orang baru bangun tidur, "masih ngumpulin nyawa dulu".
Waktu kembali berlalu, dan akhirnya muncullah komikus-komikus Indonesia yang sekarang kita kenal, sebutlah Alfi Zachkyelle yang mengawali kebangkitan dengan "Dua Warna", serta Is Yuniarto, Alex Irzaqi, Rhoald Marcellius, C. Suryo Laksono, Muh. Fathanul Haq a.k.a Matto, Rimanti Nurdarina, John G. Reinhart (He's Indonesian!) dan banyak lagi! Kini sang raksasa telah terduduk di ranjangnya, siap untuk berdiri!
Nah, ada lagi 3 orang komikus, yang telah menyulut "minyak" yang lama mengendap di dalem diri gw, sehingga menjadi "api" yang membara dengan gw sebagai tungkunya.
mereka adalah:
Kenapa mereka menjadi inspirasi buat gw? Kenapa mereka bisa membakar semangat gw? Oke, I'll tell you, and this will be a long post, so you better prepare some snacks so you could enjoy your snack and read this post without getting bored..
Sweta Kartika, sang kera dengan pusaka Nenggala.
pertama kali mengenal mas-mas asal Kebumen ini, melalui account deviant-artnya http://transbonja.deviantart.com/. Saat itu gw klik "gallery"-nya, dan gw melongo, bengong, mangap-mangap, ngga tau harus komentar apa ngeliat artworknya. Dalam waktu singkat, gw menjadi pengagumnya, saat itu gw ngga tau bagaimana wujud mas-mas yang saat ini sedang melanjutkan studi S2 nya di ITB. Gw terus mengikuti sepak terjangnya di dunia maya, deviant art dan pesbuknya, dan gw mendapati kalo mas Sweta ini juga telah menerbitkan komik dalam bentuk cetak dalam komik kompilasi Koloni Jagoan, dengan judul karyanya yaitu "Dreamcatcher", ada juga "Wanara" yang bisa dibaca secara online di situs Makko.co.
Apa sih yang bikin gw mengagumi mas Sweta? jelas, goresan tangannya yang menurut gw "jahat" banget, arsirannya, imajinasinya, makna di tiap artwork, hampir semuanya! Di era digital ini, mas Sweta tetap konsisten berkarya melalui media tradisional seperti kertas dan pensil, drawing pen, pensil warna, semuanya manual! Ngga ada karyanya yang ngga bikin gw iri, kemudian gw mendapati fakta, bahwa mas Sweta adalah teman dari dosen gw di kampus, yang kebetulan mengambil prodi yang sama di ITB, maka terkejutlah gw dan mati-matian minta dikenalin, sampai akhirnya dalam suatu event, gw berkesempatan bertemu langsung dengan mas Sweta, I was thrilled. Ketemu langsung dengan komikus idola? wow.. Dari perkenalan gw dan beberapa pertemuan singkat dalam berbagai event, gw mendapati bahwa mas Sweta ini memiliki pribadi yang kalem, murah senyum dan ramah, eh, tunggu.. tadi gw bilang dia kalem? iya, kalem, kalo di depan umum, di balik itu? orangnya penuh rasa humor, hehehehehehe..
Tangannya emang beneran "jahat" loh, karena ngga cuma jago nggambar, doi juga handal bermain gitar! kurang mantep apalagi coba? he's a true artist! Di samping itu, pemikiran-pemikirannya juga tajam dan peka terhadap lingkungan sekitar, tertuang dalam blognya..
Dan kemunculannya di era kebangkitan komik Indonesia, ibarat melepaskan pusaka Nenggala di tengah pertempuran Bharatayudha, tepat waktu, dan menimbulkan efek yang luar biasa.
Azisa Noor, penjinak naga serta pecinta kebudayaan dan alam.
Nah, sama dengan mas Sweta Kartika, teteh geulis asal Bandung ini pertama kali gw jumpai pas gw masih SMA lewat deviant art, boleh dilongok di http://scarlet-dragonchild.deviantart.com/. Reaksi pertama gw? Sama aja, bengong dan planga-plongo ngeliat artworknya yang rata-rata bergaya surealis, dengan unsur budaya yang kental, dekat dengan kehidupan, serta warna-warna pastel dan hangat yang memberikan kesan tersendiri. Ngeliat karyanya itu berasa ditarik ke dunia lain deh, dunia khayali teteh Azisa itu sendiri :p. Nah, Teteh Azisa juga udah "nelorin" karyanya, seperti "Satu Atap", "Mantra", "Palapa" dan "Bandung Faerie Project".
Kecintaannya pada kota Bandung dan bangunan tua tampak jelas dari tiap karyanya, entah dari komik, atau lukisannya yang menggambarkan kerinduannya akan Bandung yang sejuk, rindang, banyak bangunan bersejarah dan hal-hal lain yang dirusak oleh kapitalisme.
Apa yang bikin gw kagum sama teteh geulis ini? lagi-lagi jelas karena artworknya, yang sudah tidak perlu diragukan lagi, sangat luar biasa! Ngga percaya? coba aja liat sendiri.. hampir semua dikerjakan secara manual lho, dengan pensil dan cat air. Buat gw yang sangat dongo dalam menggunakan cat air, teknik teh Zisa dalam menggunakan cat air adalah satu hal yang sangat gw sembah, tone warna yang dihasilkan begitu lembut, menyatu dengan gambar, sehingga perasaan teh Zisa yang percaya bahwa naga dan peri itu beneran ada (gw juga percaya dan masih percaya!) ikut tersampaikan dalam karya-karyanya. Setelah mendapatkan kesempatan bertemu langsung dengan orangnya, ternyata teh Zisa orangnya lucu! Ramah, dan kadang tergopoh-gopoh, terutama saat sedang menanggapi request-request dari para penggemarnya, hihihihi~~
Kehadirannya dalam dunia perkomikan memberikan "warna" dalam dunia komik itu sendiri, dan perlu diakui, gaya gambar gw sempat terpengaruh oleh gaya gambar teh Zisa, yang ternyata memang ngga bisa dan ngga akan pernah bisa menyamainya.
Yes teh Zisa, I do believe in fairy tales! And dragons, don't forget the dragons!
Sheila Rooswita, seorang ibu yang bangga, dan.. garing:p
Nah, yang ini agak beda.. gw mengenal karya mbak Sheila yang akrab dipanggil Lala ini dari karyanya, sebuah komik curhat berjudul "Curhat si Lala". Sebuah komik yang berisi curhatan kehidupan sehari-harinya, mulai dari awal nikah, hamil, sampe soal mudik~
karyanya bisa diliat di http://www.okeboo.multiply.com/ dan http://www.sheilasplayground.blogspot.com/. Komik "Curhat si Lala", menurut gw, adalah sebuah karya yang jujur, lucu dan sangat menghibur. Mbak Lala ini juga bangga akan ke-garingannya, boleh dibaca dalam karyanya "Komikriuk 1" dan Komikriuk 2", terbukti kan? saking garingnya, sampe jadi 2 buku loh.. anehnya, meskipun garing, tetep bisa bikin kita tersenyum bahkan ketawa, sambil nyeletuk "apaan sih ini oraaaaaaaaaaaang??" hehehehehe.. Goresan tangannya yang tegas menghasilkan gambar-gambar kartun yang jenaka, dengan tokoh yang tidak jauh dari kehidupannya, dirinya sendiri, suaminya, anaknya, papa mamanya, mertuanya, anjingnya, bahkan artis Hollywood pun engga luput dari korban kegaringannya.
Dalam sebuah event, gw mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan mbak Lala, and guess what? Mbak Lala itu cantik lho, manis, masih keliatan kayak mahasiswi *ciaelaaaaaaah~* orangnya juga ramah, langsung keliatan kalo mbak lala itu memang humoris, yang tergambar dari karya-karyanya.
Apa yang bikin gw mengagumi mbak Lala? Kemampuannya mengemas kesehariannya menjadi satu bentuk cerita yang menarik, itulah kelebihannya. Sama seperti mas Sweta dan teh Zisa, Mbak Lala membuka mata gw agar menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar, siapa yang menyangka kalo perjalanan mudik mengandung banyak sekali cerita? Siapa yang mengira kalo urusan berat badan atau awal-awal kehamilan bisa menjadi cerita jenaka? Siapa yang menyangka kalau ternyata kehidupan kita adalah sebuah cerita yang menarik untuk dibagikan kepada orang lain? Mbak Lala mengajarkan hal-hal tersebut kepada gw melalui karyanya.
Nah, itulah mereka, yang dengan seenaknya membakar semangat gw, hehehehe.. sebenernya ngga cuma mereka bertiga, tentunya banyak komikus lainnya, yang udah gw sebut sebelumnya, yang menginspirasi gw.. tapi ngga mungkin rasanya gw kupas habis mereka semua dalam post ini...
Sampai sekarangpun gw masih terus mengejar cita-cita gw sejak kecil, yaitu menjadi Komikus dan Ilustrator. Dan gw punya satu impian, memiliki sebuah karya, yang diletakkan dalam satu rak dengan karya-karya mereka, inspirator gw, di toko-toko buku di seluruh penjuru Nusantara.
Sekarang, gw bukan siapa-siapa, belum jadi apa-apa, tapi gw akan terus berusaha hingga suatu saat nanti, nama gw akan pantas didampingkan bersebelahan dengan nama-nama mereka sebagai salah satu yang menjadi "kaki" raksasa perkomikan Indonesia yang telah bangkit, yang dengan mantap menjejak dan melangkah merambah dunia.. dan mungkin akan menjadi inspirasi bagi orang lain, seperti mereka juga? siapa tau.. Suatu saat nanti..
---terima kasih kepada semua nama yang saya sebutkan dalam post ini, tanpa kalian, mungkin imajinasiku akan mati ditelan realita---
kenangan
Gw selalu senang melakukan perjalanan malam, karena menurut gw, ada beberapa hal yang hanya bisa kita lihat di malam hari, salah satunya pesona kota. Lampu jalan yang berpendar di sepanjang BKT memberikan kesan yangberbeda, siapa yang sangka BKT yang butek, keruh, kadang bau bisa berubah penampilannya di malam hari? Yups, gw emang suka cahaya lampu bangunan dan jalanan pada malam hari.
Selama di perjalanan, angin malam dan cahaya lampu memberikan kesan yang berbeda, somehow, Jakarta yang siangnya biasanya macet, penuh asap knalpot, klakson, dan segala tetek bengek lainnya menjadi lebih "bersahabat" pada malam hari. Sekalipun kita tau, Jakarta tidak pernah tertidur, saat itu kondisi jalan raya masih lumayan rame, tapi gw ngerasain sedikit keheningan di situ, di mana jalanan sebagai nadi kota masih berdenyut, tapi bukan berdenyut karena napas yang tersengal-sengal, melainkan napas lega yang tenang. Pikiran gw kembali menerawang.. dengan tetap memperhatikan jalan tentunya, hehe :p
Pulangnya, gw memutuskan untuk ngambil jalan yang jarang gw lewatin, gw masuk ke sebuah gang yang gw ngga tau ujungnya di mana, gw ngga takut nyasar, karena menurut gw, nyasar adalah salah satu proses perkenalan kepada suatu hal yang baru, lagian di Jakarta lo ngga bakal mungkin nyasar deh, asal ketemu jalan besar udah aman, ya kalo siang-siang bisa nanya supir angkot atau tukang ojek..
Ternyata jalan yang gw ambil ini justru mengarah pada sebuah tempat yang gw udah kenal, yaitu kompleknya mantan gw.. begitu ngelewatin rumahnya yang udah kosong, karena dia udah pindah rumah kurang dari setaun yang lalu, sekilas gw ngeliat bayangan masa lalu, di mana pada saat itu gw sering ngapelin dia, ke kampus bareng, pacaran di garasi rumahnya, nonton Moto GP bareng bokapnya, hal-hal semacam itulah..
ngga cuma itu, dari situ gw nerusin perjalanan menuju arah SMA gw dulu, bayangan masa lalu kembali bermunculan, selama perjalanan gw merasa kembali pada waktu gw masih SMA. Jalanan tempat di mana gw pernah dorong motor gw yang mogok malem-malem, dan warkop tempat gw suka nongkrong setiap abis latihan silat.. pas lewat situ, gw ngeliat wajah yang gw kenal, yup, temen-temen gw rupanya masih suka nongkrong di situ, gw ngeliat Munen, yang lagi duduk di depan warkop. Dulu Munen suka main ke rumah gw, dan ngabisin cemilan atau suguhan apapun yang gw kasih, suka nginep bareng di rumah Andre, jalan bareng, pokoknya ngerusuh barenglah, tapi sejak udah pada kuliah, kita udah jarang bahkan hampir ngga pernah melakukan hal-hal itu lagi.
gw juga melewati jalur yang dulu selalu gw lewatin ketika pulang sekolah, entah itu pas gw masih suka nebeng sama temen, sampe gw punya motor sendiri, saat pulangnya sendirian, atau goncengin temen atau pacar.
dari situ gw kembali ngelewatin jalur yang sampai sekarang masih sering gw laluin, sebuah kampus, tapi bukan kampus gw, kampus itu tempat gw sering nongkrong. Kampus itu udah jadi bagian dari diri gw sejak 10 taun yang lalu, di saat gw masih naif sampe gw melek dengan realita. Kampus di mana terdapt titik balik yang ngerubah hidup gw, tempat semuanya berasal. Banyak yang gw kenal di kampus itu, bahkan jumlah orang yang gw kenal di situ lebih banyak daripada yang dikenal sama anak kampus itu sendiri, hehe.. jadi teringat saat gw dulu masih suka main di ruang sebuah UKM setiap pulang sekolah, sampe dipekerjakan untuk bikin rumah hantu, atau bikin tato temporer. Jumlah kenangan di sana sebanyak jumlah mahasiswa yang belajar di kampus itu. Banyak.
Malam itu, waktu seolah berhenti.
Gw ngerasa hal-hal yang gw lewatin pada waktu itu adalah mimpi semata, yang tertinggal hanya ingatan dan kenangan. Saat main sama temen, cabut sekolah bareng, latihan silat bareng, sampe berantem. Saat nembak cewek, pacaran, sampe dipanggil guru BP pas ketawan ciuman di sekolah *ups, hahahahaha*. Saat bikin rumah hantu, saat natoin 200 mahasiswa, saat ditolak, da saat-saat menyenangkan lainnya.
Terkadang gw suka berpikir untuk kembali ke masa-masa menyenangkan itu, ngerasain lagi feel-nya, dag-dig-dug-nya, berbunga-bunganya, semuanya. Tapi ngga mungkin bisa, satu-satunya cara untuk ngerasin hal-hal itu lagi cuma dengan mengenangnya.
Ingatan dan kenangan. Hanya itulah suvenir abadi yang kita dapatkan dari semua yang kita lakukan. Karena itu, gw sama sekali ngga mau melupakan semua ingatan dan kenangan yang telah gw dapatkan selama ini, itu semua priceless, tapi sekali kehilangan, maka untuk seumur hidup kita ngga akan bisa mendapatkan gantinya. Gw ngga akan memungkiri kalo gw emang kangen setengah mati sama semua yang ada di dalam kenangan itu, meskipun beberapa di antara mereka masih gw temuin hampir setiap hari, tapi tetep aja beda, dulu dan sekarang, banyak hal-hal berubah dalam waktu yang relatif singkat.
Sebenarnya ketika kita sedang merindukan seseorang atau suatu tempat, yang kita rindukan bukan orangnya secara personal, tapi mereka yang ada dalam ingatan kita pada waktu itu. Ada yang tetap sama seperti dulu, ada pula yang sudah berubah drastis, karena itu kita terkadang menemui kekecewaan akan hal yang kita rindukan, ketika hal tersebut tidak lagi sama seperti yang dulu.
tapi gw sebagai orang yang masih naif, selalu menaruh harapan, bahwa suatu saat nanti, semua akan kembali seperti dulu, di mana banyak tawa, canda dan air mata untuk dibagi. Bersama orang-orang yang dulu pernah mengisi hari-hari kita, dan terekam di dalam ingatan. Meskipun gw tau itu hampir mustahil, tapi ngga ada salahnya naro harapan, toh harapan yang bikin manusia bisa terus maju.
Setelah banyak kenangan yang "lompat" keluar dari ingatan gw, gw melajukan motor kembali ke rumah, sambil tersenyum dihembus angin malam dan ditemani temaram lampu jalan.
:)
*diketik sambil mendengarkan "Rahasia" oleh Payung Teduh*
Nama dan kesalahpahaman
kali ini gw mau sedikit narsis dan menceritakan perihal nama gw..
selama 22 tahun hidup dan menjejakkan kaki di atas bumi pertiwi ini, gw memiliki beberapa masalah, salah satunya adalah soal nama. Nama gw yang memang ngga begitu umum bagi kebanyakan orang Indonesia.. apakah itu menjadikan gw hipster karena nama gw ngga mainstream? bodo amat..
Hmmm.. oke.. jadi gini, pertama gw jelasin dulu, banyak yang mengira gw keturunan Jepang setelah mengetahui nama gw, dan perlu gw luruskan, bahwa gw TIDAK memiliki keturunan Jepang, melainkan ARAB dari nenek buyut gw, itu berarti nenek moyang gw adalah orang Arab, dan banyak orang yang tidak percaya, karena gw matanya sipit, sehingga selalu dikira keturunan Cina, atau Jepang, satu-satunya hal yang membuktikan gw keturunan Arab adalah jenggot gw yang fantastis ini..
nah, kembali soal nama, gw kembali menjelaskan, nama lengkap gw adalah Aruga Perbawa Rizqi, itu pemberian orangtua gw, artinya kurang lebih begini:
Aruga diambil dari bahasa Sanskerta, Raga, yang artinya "Tubuh/badan".
Perbawa dari bahasa yang sama, artinya "Membawa".
Rizqi, ya artinya "Rizki/Rejeki".
Jadi kesimpulannya, arti nama gw adalah "Badan yang membawa rejeki", sebuah doa dari kedua orangtua gw..
yah.. semoga aja suatu saat, doa dari kedua orangtua gw ini menjadi kenyataan.. amin..
ada lagi hal random yang menurut gw menyenangkan perihal nama gw ini..
karena gw penasaran soal nama gw yang dibilang mirip nama Jepang ini, gw iseng nyari di pesbuk, gw search nama "Aruga". Hasilnya? beberapa muncul, dan kebanyakan adalah orang Jepang dan Spanyol!!
Gw memutuskan untuk nge-add seorang Jepang bernama Aruga Konomi. Ternyata dia confirm friend request gw, dan kita pun ngobrol, kebetulan Konomi ini lama bersekolah di Kanada, jadi bahasa Inggrisnya fasih, dan gw jadi ngga begitu kesulitan berkomunikasi karena bahasa Inggris gw cukup baik, ketimbang bahasa Jepang yang pas-pasan..
Gw jelaskan sama Konomi, kalo gw nge-add dia karena kebetulan namanya sama, dan gw pengen tau arti nama "Aruga" menurut bahasa Jepang.. dan, Konomi pun dengan senang hati menjelaskan, bahwa "Aruga" adalah nama marganya dia, kalo jaman dulu sih itu nama klan, dan si Konomi ini keturunan keluarga Samurai, dan itu menjelaskan bahwa nama "Aruga" adalah nama marga dari klan Samurai pada jaman dulu, wew, gw jadi mesem-mesem sama penjelasannya dia, hohohoho~~
Lalu si Konomi kembali menjelaskan seperti ini:
"Woow...the meaning of your name rocks O.O
It's written "有賀" in Japanese, so 有 means famous, existing, and 賀 means celebrate, appreciate...
Actually, we don't have any specific meaning for our family names, but my familiy name is very rare( especialy, to read ARUGA) and it means something very good at least..so i love my name : ) Plus, it's from SAMURAI..that's awesome, isn't it?!"
*ini adalah dialog sesungguhnya dari message yang dikirim oleh Konomi pada gw, dia ngejelasin pake bahasa Inggris*
mendengar penjelasan itu, maka mekarlah hidung gw, hahahahahahaha~~ dan sampai sekarang, gw dan Konomi masih berteman, gw janji sama dia, kalo gw ke Jepang, pasti akan nemuin dia, dan dia akan dengan senang hati jadi guide gw slema di sana, begitu juga sebaliknya kalau dia ke Indonesia :)
Anyway, ini membuktikan bahwa memang orangtua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, tercermin dari nama gw ini, yang ternyata punya makna ganda, dan Alhamdulillah, memiliki arti yang luar biasa..
Sejak itu, gw jadi semakin bangga dengan nama gw, dan ketika kita berkenalan, gw akan dengan mantap memperkenalkan diri gw, gw adalah Aruga! :) :) :)
Terkadang aku iri
2010 - 2011
karena itu untuk ke depannya, gw cuma ingin mengatakan satu hal..
hal-hal kecil pun memiliki makna..
Ring ring, it's you again
Deep in your eyes you had it all
And when I hear you super electrical voices'
yah.. begitu deh pokoknya..
Mesin Waktu
A week
...trying to spoiled life with food and ice cream...
...playing a lots of video games all day long...
...going to the cinema and watch some movies...
...reading some books... listen to some music... enjoy the nature...
...and hanging out with friends till get wasted!
...but then wake up and realize that I'm alone...
...again!
A week for me...
... is just another lonely days without you...
I miss you!
-taken from "7" by Rhoald Marcellius. all right reserved-
Ramadhan, kangeeeen~~~~
Obake oh obake...
unnecessary review about MAKAN URAB 2
shizuka no yoru ni...
CHANGE
some nickname and quotes from everyone around me...
Memaknai kehidupan
What The...
1996 - 2002
2008? 2009? ah, what the heck...
Sekitar satu bulan lalu, orang begitu antusias menyambut tahun baru, lengkap dengan mercon beserta terompetnya... Terkadang gue berpikir, apa sih istimewanya Tahun Baru sehingga harus disambut dengan terompet dan mercon segala? oke, gue bukan orang yang skeptik dan no offense buat kalian yang melakukan hal itu, karena gue juga kok, gue juga ikut nyalain mercon yang percikan apinya dengan sukses nyundut mata kanan gue...
Hanya saja... gue cuma berpikir, bagi kalian yang menyambutnya dengan gembira, apakah makna dari hal tersebut untuk kalian? Tentu berbeda-beda... Karena jujur saja... Buat gue, rasanya satu-satunya hal yang berbeda adalah angka 8 berubah menjadi 9...
Baiklah, agar tidak terlalu offensif, mari kita tinjau dari sisi positifnya...
Banyak dari kalian yang mulai mengatur resolusi baru untuk ke depannya... itu adalah hal yang bagus, berarti kalian punya keinginan yang baik untuk berubah... Dan gue doakan, untuk kalian yang akan mewujudkan resolusi kalian, semoga berhasil dan kalian akan sukses dunia akhirat... amin...
namun dari segi negatif pun ada... beberapa di antaranya, di tempat-tempat rekreasi, seperti Monas misalnya, sampah jadi berserakan! Bahkan menurut berita, sampah tersebut memakan waktu3 hari untuk dibersihkan... aduuuhhh... emang dasar mental orang Indonesia... kalo ntar banjir yang disalahin pemerintah lagiiii... ngaca dulu mas... mbak... yang buang sampah juga siapaaa...
memang di lain pihak, sampah-sampah tersebut, khususnya sampah kertas, botol bekas dsb, menjadi rejeki untuk para pemulung, yang memang dari situlah mereka dapat hidup... hanya saja... apakah harus tetap seperti ini caranya?
Dan bagaimana dengan gue?
Oke... untuk gue sendiri, apa sih makna pergantian tahun? Tentu saja gue juga punya resolusi untuk ke depannya... tapi... sebelum menyusun semuanya, gue perlu mereview kembali apa yang telah gue lakukan pada tahun sebelumnya...
kalo dipikir, mungkin ngga banyak hal berguna yang gue lakukan sepanjang tahun 2008, oke, setidaknya ada... Tapi mungkin tahun 2008 juga tahun yang menyimpan kenangan buat gue, karena di tahun inilah perubahan dalam hidup gue terjadi, yaitu pergantian status dari siswa SMA menjadi Mahasiswa, kedengerannya sih simple, tapi percaya deh, TIDAK SEMUDAH YANG KALIAN BAYANGKAN, well, setidaknya buat gue... Karena itu, kenangan semasa SMA akan sangat berharga...
Selain itu, di tahun 2008 juga gue akhirnya mendapatkan seseorang yang bisa melengkapi gue lagi, setelah dengan perlahan-lahan gue mencoba mengumpulkan pecahan hidup gue yang terbuang selama gue berada dalam "Satu Tahun Yang Sia-sia" selama gue SMA. 6 Februari 2008, saat di mana gue kembali merasakan nyamannya berada di samping seseorang yang dicintai...
dan yang lainnya... mungkin kenangan yang sedikit menyebalkan, karena pada tahun 2008 adalah saat-saat di mana otak gue nyaris pecah dengan segala hal tentang pendidikan, UAS, UAN, Ujian Praktek, SNMPTN, UMB, USM, dan segala macam tetek bengek lainnya, yang artinya adalah, belajar, belajar dan belajar sampe mencret. Gara-gara hal itu juga gue jadi merasa bahwa tahun tersebut adalah tahun penuh perjuangan, oke, jujur saja, rasa tegang selama ujian bisa menjadi sebuah pleasure kalau kita sukses mengerjakannya, dan hal tersebut cuma gue rasakan waktu UAS, UAN dan Ujian Praktek, karena gue lulus, sisanya? Gatot... dan nomer pendaftaran gue ngga pernah muncul di database pemerintah... bye-bye yellow jacket, bye-bye ganesha... and welcome... err... Jacket Telor Asin... Warna Jaket Almamater Gue Emang Ijo Telor Asin, untung ngga ada stempelnya... bisa-bisa dikira dari brebes gue...*
Eniwei... gue sendiri hingga kini masih terus berharap bahwa tahun ini ada titik balik dari apa yang telah gue lakukan, dan ada perbaikan... apak itu perbaikan ekonomi, pendidikan dan whateverlah, selama itu bisa memperbaiki kekurangan yang ada pada 2008 lalu... yah... let's see then... New Year? What The Heck...
