Jangan biarkan pasir itu mengalir terjatuh
Agar aku masih bisa terus merasakan hangatnya pelukanmu
Rambutmu yang tebal
Pipimu yang halus
Bibirmu yang lembut
Hidungmu yang lucu
Dan menatap matamu yang sipit
Agar aku masih bisa merasakan hangatnya deru napasmu
Genggamanmu yang erat
Detak jantungmu yang berdegup kencang
Kecupanmu yang membuatku merasa nyaman
Jangan biarkan pasir itu mengalir terjatuh
Agar aku bisa terus bersamamu.
Tampilkan postingan dengan label puisi saja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi saja. Tampilkan semua postingan
Fragmen
malam ini sesuatu merasuk.
menyeruak ke dalam tiap rongga.
mengisi ruang-ruang kosong.
membuka lembaran-lembaran lama.
di tengah dingin angin malam.
di antara pendar cahaya lampu jalan.
menapaki jejak yang telah tersapu oleh kenangan.
memunculkan bayang-bayang masa lalu.
senyum dan tawa.
keringat dan air mata.
ya.
aku sedang merindu.
tapi tidak tahu kepada siapa atau apa.
aku hanya rindu.
menyeruak ke dalam tiap rongga.
mengisi ruang-ruang kosong.
membuka lembaran-lembaran lama.
di tengah dingin angin malam.
di antara pendar cahaya lampu jalan.
menapaki jejak yang telah tersapu oleh kenangan.
memunculkan bayang-bayang masa lalu.
senyum dan tawa.
keringat dan air mata.
ya.
aku sedang merindu.
tapi tidak tahu kepada siapa atau apa.
aku hanya rindu.
Terkadang aku iri
Terkadang aku iri pada mereka.
Para Hip-hop dan street dancer
yang menari mengikuti irama.
dengan gerakan-gerakan gemulai terkadang patah-patah.
membuat mereka yang melihatnya berdecak kagum.
Para musisi atau anak band.
yang memainkan instrumen pilihan mereka.
dengan kemampuan bermusik dan suara merdu sang vokalis.
membuat mereka yang menonton dan mendengarnya ikut menganggukkan kepala.
Para fotografer.
yang membidik tajam melalui lensa mereka.
dengan kemampuan yang mumpuni dan feeling yang kuat.
membuat mereka yang melihat hasil fotonya terperangah.
Aku, bukan seorang dancer.
gerakanku kaku, yang melihatku menari hanya akan tertawa melihat kebodohan di depan mereka.
Aku bukan pula musisi.
suaraku fals, dan aku buta nada, yang mendengarku bernyanyi atau bermain musik pasti akan menutup telinganya dan berkata, "hentikan!"
Juga bukan fotografer.
ketika selesai menjepret kamera, orang hanya akan berkomentar "hmmm.." ketika melihat hasil fotoku.
Tapi.
Aku punya pensil, penghapus dan kertas.
Di atas kertas aku memegang pensil dengan mantap.
Kertas adalah dancefloor-nya, dan di atas dancefloor tangkanku menari dengan handal seperti para dancer itu.
Ujung grafit pensilku adalah instrumennya, goresannya di atas kertas menciptakan nada-nada dan musiknya sendiri.
Mata, otak dan kertas menyatu menjadi sebuah memory card atau roll film, yang akan melihat, merekam dan mengabadikan semuanya dalam sebentuk ilustrasi sederhana.
Di atas kertas aku menari, di atas kertas aku bermain musik, di atas kertas aku menghentikan waktu.
Mungkin aku tidak bisa membuat orang berdecak kagum dengan kehebatanku dalam menari, atau meluluhkan hati wanita dengan permainan musik dan dengan hasil jepretanku.
Tapi dengan kertas, pensil dan penghapus, aku bisa tersenyum.
Dengan kertas, pensil dan penghapus, aku bisa mengabadikan senyummu.
Dengan kertas, pensil dan penghapus.
Aku hidup.
Dan akan terus hidup.
Satu
|
Posted by
Aruga
0
comments
Aku.
Satu di antara milyaran manusia yang hidup dan menjejak di atas Planet Biru ini
Satu di antara jutaan jiwa yang menapak di tanah Bumi Pertiwi.
Satu di antara ratusan ribu insan yang berlalu lalang di Ibu Kota.
Satu di antara sekumpulan orang yang sedang menunggu metromini di pinggir jalan.
Satu di antara mereka yang berteduh menghindari teriknya panas matahari.
Satu di antara banyaknya pejalan kaki yang berusaha menyeberang jalan.
Satu di antara serombongan pengendara motor yang berebut minta jalan.
Satu di antara segelintir yang menikmati dinginnya teh botol di warung.
Satu di antara para mahasiswa yang berusaha mengejar deadline tugas mereka.
Satu di antara bangunan-bangunan beton yang menjulang.
Satu di antara deru mesin dan asap knalpot.
Satu di antara angin kering yang menghembus.
Satu di antara gelak tawa.
Satu di antara teriakan marah.
Satu di antara isakan tangis.
Satu di antara napas lega.
Satu di antara kalian.
Satu.
Yang tidak akan pernah menjadi seribu.
Bahagia itu, ketika..
Bahagia itu..
ada di tiap tetes teh hangat yang kau seruput di pagi hari..
ada di tiap kicauan burung yang bertengger di dahan pohon depan rumahmu..
ada di tiap hembusan angin pagi yang menyeruak masuk ventilasi kamarmu..
ada di tiap kucuran air yang membasuh wajahmu setiap kau bangun..
Bahagia itu..
ada di tiap helai pakaian yang kau kenakan sehari-hari..
ada di tiap langkah yang kau jejakkan dalam perjalananmu ke manapun kau pergi..
ada di tiap deru kendaraan umum yang membawamu ke tempat tujuanmu..
ada di tiap harapan para supir dan kernet kopaja atau metro mini yang terus mencari penumpang..
Bahagia itu..
ada di tiap lembar file-file pekerjaan yang menumpuk di meja kantormu..
ada di tiap hentakan keyboard komputer yang kau gunakan untuk meng-update status jejaring sosialmu..
ada di tiap suara "klik" dari mouse yang kau tekan untuk membuka folder berisi lagu-lagu mp3 favoritmu..
ada di tiap hembusan nafas lega ketika sudah jamnya pulang kantor..
Bahagia itu..
ada di tiap senyuman dan tawa riang yang kau tunjukan saat bercanda dengan teman-temanmu..
ada di tiap tetes air mata yang kau curahkan saat ada adegan mengharukan dari film drama yang kau tonton..
ada di tiap lambaian tangan ketika berpisah dari teman-teman setelah mengobrol sepanjang sore..
ada di tiap pendar cahaya bulan yang muncul di langit selepas maghrib..
Bahagia itu..
ada di tiap guyuran air ketika kau membersihkan diri setelah seharian beraktifitas..
ada di tiap derit ranjang tempat kau merebahkan diri untuk meregangkan ototmu yang kaku..
ada di tiap heningnya kamarmu di mana pikiranmu bebas berkelana..
ada di tiap detik kau menikmati mimpi saat kau terlelap..
Bahagia itu..
ketika kita selalu bersyukur mengenai hal-hal kecil di sekitarmu..
Bahagia itu..
ada di mana-mana.
-------- Untuk seseorang yang sedang mencari sesuatu yang terbaik, untuk dirinya, dan orang-orang di sekitarnya. Semoga akhirnya menemukan apa yang dicari selama ini, dan dapat membawa manfaat untuk semuanya. Karena sesungguhnya, kau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh banyak orang. :) ------------
ada di tiap tetes teh hangat yang kau seruput di pagi hari..
ada di tiap kicauan burung yang bertengger di dahan pohon depan rumahmu..
ada di tiap hembusan angin pagi yang menyeruak masuk ventilasi kamarmu..
ada di tiap kucuran air yang membasuh wajahmu setiap kau bangun..
Bahagia itu..
ada di tiap helai pakaian yang kau kenakan sehari-hari..
ada di tiap langkah yang kau jejakkan dalam perjalananmu ke manapun kau pergi..
ada di tiap deru kendaraan umum yang membawamu ke tempat tujuanmu..
ada di tiap harapan para supir dan kernet kopaja atau metro mini yang terus mencari penumpang..
Bahagia itu..
ada di tiap lembar file-file pekerjaan yang menumpuk di meja kantormu..
ada di tiap hentakan keyboard komputer yang kau gunakan untuk meng-update status jejaring sosialmu..
ada di tiap suara "klik" dari mouse yang kau tekan untuk membuka folder berisi lagu-lagu mp3 favoritmu..
ada di tiap hembusan nafas lega ketika sudah jamnya pulang kantor..
Bahagia itu..
ada di tiap senyuman dan tawa riang yang kau tunjukan saat bercanda dengan teman-temanmu..
ada di tiap tetes air mata yang kau curahkan saat ada adegan mengharukan dari film drama yang kau tonton..
ada di tiap lambaian tangan ketika berpisah dari teman-teman setelah mengobrol sepanjang sore..
ada di tiap pendar cahaya bulan yang muncul di langit selepas maghrib..
Bahagia itu..
ada di tiap guyuran air ketika kau membersihkan diri setelah seharian beraktifitas..
ada di tiap derit ranjang tempat kau merebahkan diri untuk meregangkan ototmu yang kaku..
ada di tiap heningnya kamarmu di mana pikiranmu bebas berkelana..
ada di tiap detik kau menikmati mimpi saat kau terlelap..
Bahagia itu..
ketika kita selalu bersyukur mengenai hal-hal kecil di sekitarmu..
Bahagia itu..
ada di mana-mana.
-------- Untuk seseorang yang sedang mencari sesuatu yang terbaik, untuk dirinya, dan orang-orang di sekitarnya. Semoga akhirnya menemukan apa yang dicari selama ini, dan dapat membawa manfaat untuk semuanya. Karena sesungguhnya, kau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh banyak orang. :) ------------
mimpi?
mimpi
nyata
mana yang mimpi
mana yang nyata
mimpi bisa jadi nyata
tapi kenyataan jelas bukan mimpi
kamu itu nyata
tapi kenapa cuma muncul di mimpi?
cukup sekian.
Datang diundang
disambut bak pahlawan.
Pergi terusir.
tanpa diingat semuanya.
memang.
sudah saatnya angkat kaki.
disambut bak pahlawan.
Pergi terusir.
tanpa diingat semuanya.
memang.
sudah saatnya angkat kaki.
Karena itu..
Seseorang
mendorongku menuju cahaya
seseorang
mengangkatku dari lembah nista
seseorang
bisa membuat harapan jadi nyata
seseorang
selalu bisa membuatku tertawa
Karena itu..
Seseorang
menginspirasikanku untuk menulis
seseorang
mengajarkanku untuk tidak pesimis
seseorang
bisa juga membuatku melankolis
seseorang
kadang bisa membuat hati teriris
Karena itu..
aku ingin terus melihatmu
Karena itu..
aku ingin terus bersamamu
Karena itu..
aku ingin terus tertawa denganmu
Karena itu..
aku berterima kasih padamu
meskipun..
kau bukan milikku..
mendorongku menuju cahaya
seseorang
mengangkatku dari lembah nista
seseorang
bisa membuat harapan jadi nyata
seseorang
selalu bisa membuatku tertawa
Karena itu..
Seseorang
menginspirasikanku untuk menulis
seseorang
mengajarkanku untuk tidak pesimis
seseorang
bisa juga membuatku melankolis
seseorang
kadang bisa membuat hati teriris
Karena itu..
aku ingin terus melihatmu
Karena itu..
aku ingin terus bersamamu
Karena itu..
aku ingin terus tertawa denganmu
Karena itu..
aku berterima kasih padamu
meskipun..
kau bukan milikku..
hai, apa kabar?
ooooooh~~~ it's been a long time since my last post.. it seems dusty in here~~
apa kabar?
lama tak berjumpa.
lama tak kuketikkan kata-kata.
membiarkanmu berdebu di dunia maya.
tapi kini aku kembali ada.
mencoba kembali sebarkan tawa.
walau orang yang tersenyum mungkin tak pernah lebih dari dua.
tapi tak mengapa.
tak ada salahnya mencoba.
semoga bermanfaat untuk kalian yang ada di sana.
selamat datang kembali di blog gua.
hahahahahahahahahaha.
garing ya?
apa kabar?
lama tak berjumpa.
lama tak kuketikkan kata-kata.
membiarkanmu berdebu di dunia maya.
tapi kini aku kembali ada.
mencoba kembali sebarkan tawa.
walau orang yang tersenyum mungkin tak pernah lebih dari dua.
tapi tak mengapa.
tak ada salahnya mencoba.
semoga bermanfaat untuk kalian yang ada di sana.
selamat datang kembali di blog gua.
hahahahahahahahahaha.
garing ya?
Wanara di Arcapada
Tinggal di gua Kiskenda, di hutan Dandaka, gunung Reksamuka.
Bukan Hanoman, bukan Subali, bukan Sugriwa.
Senang menjeleajah Arcapada.
Bermain di candi Dharma.
Kadang tersesat di Mayaloka.
Suka kabur dari Sucilpaloka.
Tidak ada hubungannya dengan Ayodya.
Apalagi Alengka.
Memimpikan dewi dari Mayapada.
Dipanggilnya Trijata.
Bukan Hanoman, bukan Subali, bukan Sugriwa.
Senang menjeleajah Arcapada.
Bermain di candi Dharma.
Kadang tersesat di Mayaloka.
Suka kabur dari Sucilpaloka.
Tidak ada hubungannya dengan Ayodya.
Apalagi Alengka.
Memimpikan dewi dari Mayapada.
Dipanggilnya Trijata.
Puisimu II
Begitu mudah dituliskan
Begitu mudah dirasakan
Begitu sulit diungkapkan
Begitu sulit dikatakan
Sederhana?
Tidak
Tidak sesederhana itu
Cuma hati yang tahu
Akulah Wanara
Dia bukan Trijata
Apalagi dewi Sinta
Tapi ialah ia
Meskipun tak membuatku terpana
Semua Mengalir begitu saja
Dia tertawa
Dia meneteskan air mata
Ingin kuberikan bahuku untuk bersandar dirinya
Namun apa daya
Pada akhirnya, aku hanyalah seorang Wanara
Yang bermimpi ingin mendapatkan seorang dewi seperti Trijata
Puisimu
|
Posted by
Aruga
0
comments
Deret kata berbaris
Tutur kata terucap
Ungkapan kata hati
Dengan berbagai ekspresi
Berteriaklah!
Menangislah!
Ungkap semua dengan lantang
Seolah di dunia tak ada yang berani menantang
Ketika tak sanggup lagi berkata
Simpanlah hingga tiba waktunya
Hanya kau yang paham
Hanya kau yang mengerti
Panggung ini milikmu
Dunia ini milikmu
Bacakanlah puisimu
Malam
|
Posted by
Aruga
0
comments
Malam
Tak usahlah kupikirkan soal cinta
Tak usahlah kurisaukan kesendirian
Tak usahlah kukhawatirkan apa-apa
Tak usahlah kudengarkan mereka
Tidak usah
Tidak usah
Tidak usah
Hanya suara jarum jam berdetak
Hanya hembusan angin pelan
Hanya sinar temaram lampu meja
Dan iringan musik dengan volume maksimal
Menemaniku mengingatmu
Biarkan semua berjalan
Terhanyut terbawa arus waktu
Sampai kutemukan waktu yang tepat
Dan semua akan terungkap
ampas
layaknya kopi hitam asli
yang terkadang menyisakan ampas
yang mengambang
atau yang mengendap
ampasnya sulit dihilangkan
membuat rasanya lebih pekat
memang tidak mudah
untitled
bersembunyi di balik perkataan
bersembunyi di balik tingkah laku
bukan hal yang penting untuk kau katakan
melainkan hanya untuk mendapat perhatian
orang tak perlu tahu
orang tak mau tahu
kau terus meracau
kau terus berkicau
dengan media tembok atau kicauan burung
seakan kau menelanjangi dirimu sendiri
sadarlah
lihatlah
kau tanpa perlindungan
dan kata-kata makian akan kembali terlontar
kau masih belum stabil
Jejak
|
Posted by
Aruga
0
comments
dengan mudahnya mereka datang
dengan mudahnya mereka pergi
hanya jejak mereka yang tertinggal
terlalu banyak yang datang
terlalu banyak jejak yang tertinggal
hanya jejak
hanya jejak
hanya jejak
sleepless sleep
some sceptic people said to a dreamer
"Just keep on dreaming"
for I'm a dreamer, I'll keep on dreaming
and I'm not just an ordinary daydreamer
for I always dreaming at day and night
from dawn till dusk
an unstoppable dream
sometimes dreams are more realistic than it should be
and the reality itself getting more and more apparent
that's why
If I could sleep tonight
let me sleep on my sleepless sleep
let me awake when I sleep
and keep me asleep when I awake
on my sleepless sleep
Dari Sekian Banyak, Siapa?
Begitu banyak yang datang
Ada pula yang pergi
Ada yang tetap tinggal di hati
Tapi ada juga yang terlewat begitu saja
Tidak jarang yang memiliki "rasa" tersendiri
Tapi pada akhirnya, siapa yang akan tetap tinggal dan abadi?
kamu?
atau kamu?
Seandainya
Seandainya saja.
Aku tidak pernah datang ke tempat itu.
Seandainya saja.
Aku tidak bertemu kamu.
Seandainya saja.
Aku tidak bertemu kalian.
Seandainya saja.
Aku tidak menerima tawaran itu.
Seandainya saja.
Aku terlalu kapitalis.
Seandainya saja.
Aku tidak pernah melukis sepatu.
Seandainya saja.
Aku tidak berurusan dengan para hantu.
Seandainya saja.
Aku tidak ikut masuk ke dalam kubangan lumpur itu.
Seandainya saja.
Setelah selesai aku langsung pergi dan tidak kembali.
Seandainya saja.
Kabel listrik itu tidak hilang.
Seandainya saja.
Aku tidak pernah berurusan dengan rajah.
Mungkin hidupku akan terus terasa statis.
tanpa adanya pergerakan dan sama sekali tidak dinamis.
Mungkin aku masih berada dalam dunia hitam seperti dulu.
Terkadang para hantu bisa memberikan kita lebih dari apa yang mereka tampakkan.
Dan kita tidak akan pernah bisa menduganya.
Hanya ucapan terima kasih yang bisa kukatakan.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
puisi ini gw dedikasikan untuk "those certain people" yang sejak kenal memberikan gw banyak pengalaman, pekerjaan, dan.. banyak hal lainnya yang sangat bermanfaat. Thanks a lot guys. Allah bless you all.
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.