Tampilkan postingan dengan label puisi saja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi saja. Tampilkan semua postingan

Hentikan Pasir itu

Senin, 22 Juli 2013

| 0 comments
Jangan biarkan pasir itu mengalir terjatuh

Agar aku masih bisa terus merasakan hangatnya pelukanmu
Rambutmu yang tebal
Pipimu yang halus
Bibirmu yang lembut
Hidungmu yang lucu
Dan menatap matamu yang sipit

Agar aku masih bisa merasakan hangatnya deru napasmu
Genggamanmu yang erat
Detak jantungmu yang berdegup kencang
Kecupanmu yang membuatku merasa nyaman

Jangan biarkan pasir itu mengalir terjatuh

Agar aku bisa terus bersamamu.

Fragmen

Minggu, 15 Juli 2012

| 0 comments
malam ini sesuatu merasuk.

menyeruak ke dalam tiap rongga.

mengisi ruang-ruang kosong.

membuka lembaran-lembaran lama.

di tengah dingin angin malam.

di antara pendar cahaya lampu jalan.

menapaki jejak yang telah tersapu oleh kenangan.

memunculkan bayang-bayang masa lalu.

senyum dan tawa.

keringat dan air mata.

ya.

aku sedang merindu.

tapi tidak tahu kepada siapa atau apa.

aku hanya rindu.

Terkadang aku iri

Kamis, 21 Juni 2012

| 0 comments
Terkadang aku iri pada mereka.

Para Hip-hop dan street dancer
yang menari mengikuti irama.
dengan gerakan-gerakan gemulai terkadang patah-patah.
membuat mereka yang melihatnya berdecak kagum.

Para musisi atau anak band.
yang memainkan instrumen pilihan mereka.
dengan kemampuan bermusik dan suara merdu sang vokalis.
membuat mereka yang menonton dan mendengarnya ikut menganggukkan kepala.

Para fotografer.
yang membidik tajam melalui lensa mereka.
dengan kemampuan yang mumpuni dan feeling yang kuat.
membuat mereka yang melihat hasil fotonya terperangah.

Aku, bukan seorang dancer.
gerakanku kaku, yang melihatku menari hanya akan tertawa melihat kebodohan di depan mereka.

Aku bukan pula musisi.
suaraku fals, dan aku buta nada, yang mendengarku bernyanyi atau bermain musik pasti akan menutup telinganya dan berkata, "hentikan!"

Juga bukan fotografer.
ketika selesai menjepret kamera, orang hanya akan berkomentar "hmmm.." ketika melihat hasil fotoku.

Tapi.

Aku punya pensil, penghapus dan kertas.

Di atas kertas aku memegang pensil dengan mantap.

Kertas adalah dancefloor-nya, dan di atas dancefloor tangkanku menari dengan handal seperti para dancer itu.

Ujung grafit pensilku adalah instrumennya, goresannya di atas kertas menciptakan nada-nada dan musiknya sendiri.

Mata, otak dan kertas menyatu menjadi sebuah memory card atau roll film, yang akan melihat, merekam dan mengabadikan semuanya dalam sebentuk ilustrasi sederhana.

Di atas kertas aku menari, di atas kertas aku bermain musik, di atas kertas aku menghentikan waktu.

Mungkin aku tidak bisa membuat orang berdecak kagum dengan kehebatanku dalam menari, atau meluluhkan hati wanita dengan permainan musik dan dengan hasil jepretanku.

Tapi dengan kertas, pensil dan penghapus, aku bisa tersenyum.

Dengan kertas, pensil dan penghapus, aku bisa mengabadikan senyummu.

Dengan kertas, pensil dan penghapus.

Aku hidup.

Dan akan terus hidup.

Satu

| 0 comments
Aku.

Satu di antara milyaran manusia yang hidup dan menjejak di atas Planet Biru ini

Satu di antara jutaan jiwa yang menapak di tanah Bumi Pertiwi.

Satu di antara ratusan ribu insan yang berlalu lalang di Ibu Kota.

Satu di antara sekumpulan orang yang sedang menunggu metromini di pinggir jalan.

Satu di antara mereka yang berteduh menghindari teriknya panas matahari.

Satu di antara banyaknya pejalan kaki yang berusaha menyeberang jalan.

Satu di antara serombongan pengendara motor yang berebut minta jalan.

Satu di antara segelintir yang menikmati dinginnya teh botol di warung.

Satu di antara para mahasiswa yang berusaha mengejar deadline tugas mereka.

Satu di antara bangunan-bangunan beton yang menjulang.

Satu di antara deru mesin dan asap knalpot.

Satu di antara angin kering yang menghembus.

Satu di antara gelak tawa.

Satu di antara teriakan marah.

Satu di antara isakan tangis.

Satu di antara napas lega.

Satu di antara kalian.

Satu.

Yang tidak akan pernah menjadi seribu.

Bahagia itu, ketika..

Jumat, 11 Mei 2012

| 0 comments
Bahagia itu..

ada di tiap tetes teh hangat yang kau seruput di pagi hari..
ada di tiap kicauan burung yang bertengger di dahan pohon depan rumahmu..
ada di tiap hembusan angin pagi yang menyeruak masuk ventilasi kamarmu..
ada di tiap kucuran air yang membasuh wajahmu setiap kau bangun..


Bahagia itu..

ada di tiap helai pakaian yang kau kenakan sehari-hari..
ada di tiap langkah yang kau jejakkan dalam perjalananmu ke manapun kau pergi..
ada di tiap deru kendaraan umum yang membawamu ke tempat tujuanmu..
ada di tiap harapan para supir dan kernet kopaja atau metro mini yang terus mencari penumpang..


Bahagia itu..

ada di tiap lembar file-file pekerjaan yang menumpuk di meja kantormu..
ada di tiap hentakan keyboard komputer yang kau gunakan untuk meng-update status jejaring sosialmu..
ada di tiap suara "klik" dari mouse yang kau tekan untuk membuka folder berisi lagu-lagu mp3 favoritmu..
ada di tiap hembusan nafas lega ketika sudah jamnya pulang kantor..


Bahagia itu..

ada di tiap senyuman dan tawa riang yang kau tunjukan saat bercanda dengan teman-temanmu..
ada di tiap tetes air mata yang kau curahkan saat ada adegan mengharukan dari film drama yang kau tonton..
ada di tiap lambaian tangan ketika berpisah dari teman-teman setelah mengobrol sepanjang sore..
ada di tiap pendar cahaya bulan yang muncul di langit selepas maghrib..


Bahagia itu..

ada di tiap guyuran air ketika kau membersihkan diri setelah seharian beraktifitas..
ada di tiap derit ranjang tempat kau merebahkan diri untuk meregangkan ototmu yang kaku..
ada di tiap heningnya kamarmu di mana pikiranmu bebas berkelana..
ada di tiap detik kau menikmati mimpi saat kau terlelap..


Bahagia itu..

ketika kita selalu bersyukur mengenai hal-hal kecil di sekitarmu..


Bahagia itu..

ada di mana-mana.







-------- Untuk seseorang yang sedang mencari sesuatu yang terbaik, untuk dirinya, dan orang-orang di sekitarnya. Semoga akhirnya menemukan apa yang dicari selama ini, dan dapat membawa manfaat untuk semuanya. Karena sesungguhnya, kau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh banyak orang. :) ------------

mimpi?

Jumat, 27 April 2012

| 0 comments
mimpi
nyata

mana yang mimpi
mana yang nyata

mimpi bisa jadi nyata

tapi kenyataan jelas bukan mimpi

kamu itu nyata
tapi kenapa cuma muncul di mimpi?

cukup sekian.

Selasa, 10 April 2012

| 0 comments
Datang diundang
disambut bak pahlawan.

Pergi terusir.
tanpa diingat semuanya.


memang.
sudah saatnya angkat kaki.

Karena itu..

Jumat, 03 Februari 2012

| 0 comments
Seseorang
mendorongku menuju cahaya

seseorang
mengangkatku dari lembah nista

seseorang
bisa membuat harapan jadi nyata

seseorang
selalu bisa membuatku tertawa

Karena itu..

Seseorang
menginspirasikanku untuk menulis

seseorang
mengajarkanku untuk tidak pesimis

seseorang
bisa juga membuatku melankolis

seseorang
kadang bisa membuat hati teriris

Karena itu..

aku ingin terus melihatmu

Karena itu..

aku ingin terus bersamamu

Karena itu..

aku ingin terus tertawa denganmu

Karena itu..

aku berterima kasih padamu


meskipun..

kau bukan milikku..

hai, apa kabar?

Jumat, 13 Januari 2012

| 0 comments
ooooooh~~~ it's been a long time since my last post.. it seems dusty in here~~

apa kabar?

lama tak berjumpa.

lama tak kuketikkan kata-kata.

membiarkanmu berdebu di dunia maya.

tapi kini aku kembali ada.

mencoba kembali sebarkan tawa.

walau orang yang tersenyum mungkin tak pernah lebih dari dua.

tapi tak mengapa.

tak ada salahnya mencoba.

semoga bermanfaat untuk kalian yang ada di sana.



selamat datang kembali di blog gua.

hahahahahahahahahaha.

garing ya?

Wanara di Arcapada

Minggu, 18 September 2011

| 2 comments
Tinggal di gua Kiskenda, di hutan Dandaka, gunung Reksamuka.

Bukan Hanoman, bukan Subali, bukan Sugriwa.

Senang menjeleajah Arcapada.

Bermain di candi Dharma.

Kadang tersesat di Mayaloka.

Suka kabur dari Sucilpaloka.

Tidak ada hubungannya dengan Ayodya.

Apalagi Alengka.

Memimpikan dewi dari Mayapada.

Dipanggilnya Trijata.

Puisimu II

Jumat, 10 Desember 2010

| 1 comments
Begitu mudah dituliskan

Begitu mudah dirasakan

Begitu sulit diungkapkan

Begitu sulit dikatakan

Sederhana?

Tidak

Tidak sesederhana itu

Cuma hati yang tahu

Akulah Wanara

Rabu, 08 Desember 2010

| 0 comments
Dia bukan Trijata

Apalagi dewi Sinta

Tapi ialah ia

Meskipun tak membuatku terpana

Semua Mengalir begitu saja

Dia tertawa
Dia meneteskan air mata

Ingin kuberikan bahuku untuk bersandar dirinya

Namun apa daya

Pada akhirnya, aku hanyalah seorang Wanara
Yang bermimpi ingin mendapatkan seorang dewi seperti Trijata

Puisimu

| 0 comments
Deret kata berbaris
Tutur kata terucap

Ungkapan kata hati
Dengan berbagai ekspresi

Berteriaklah!
Menangislah!

Ungkap semua dengan lantang
Seolah di dunia tak ada yang berani menantang

Ketika tak sanggup lagi berkata
Simpanlah hingga tiba waktunya

Hanya kau yang paham
Hanya kau yang mengerti

Panggung ini milikmu
Dunia ini milikmu

Bacakanlah puisimu

Malam

| 0 comments
Malam

Tak usahlah kupikirkan soal cinta

Tak usahlah kurisaukan kesendirian

Tak usahlah kukhawatirkan apa-apa

Tak usahlah kudengarkan mereka

Tidak usah

Tidak usah

Tidak usah

Hanya suara jarum jam berdetak

Hanya hembusan angin pelan

Hanya sinar temaram lampu meja

Dan iringan musik dengan volume maksimal

Menemaniku mengingatmu

Biarkan semua berjalan

Terhanyut terbawa arus waktu

Sampai kutemukan waktu yang tepat

Dan semua akan terungkap

ampas

Senin, 01 November 2010

| 0 comments
layaknya kopi hitam asli
yang terkadang menyisakan ampas

yang mengambang
atau yang mengendap

ampasnya sulit dihilangkan
membuat rasanya lebih pekat

memang tidak mudah


untitled

Jumat, 06 Agustus 2010

| 0 comments
bersembunyi di balik perkataan

bersembunyi di balik tingkah laku

bukan hal yang penting untuk kau katakan

melainkan hanya untuk mendapat perhatian

orang tak perlu tahu

orang tak mau tahu

kau terus meracau

kau terus berkicau

dengan media tembok atau kicauan burung

seakan kau menelanjangi dirimu sendiri

sadarlah

lihatlah

kau tanpa perlindungan

dan kata-kata makian akan kembali terlontar

kau masih belum stabil

Jejak

| 0 comments

dengan mudahnya mereka datang


dengan mudahnya mereka pergi


hanya jejak mereka yang tertinggal


terlalu banyak yang datang


terlalu banyak jejak yang tertinggal


hanya jejak


hanya jejak


hanya jejak


sleepless sleep

Senin, 12 Juli 2010

| 1 comments
some sceptic people said to a dreamer

"Just keep on dreaming"

for I'm a dreamer, I'll keep on dreaming

and I'm not just an ordinary daydreamer

for I always dreaming at day and night

from dawn till dusk

an unstoppable dream

sometimes dreams are more realistic than it should be

and the reality itself getting more and more apparent

that's why

If I could sleep tonight

let me sleep on my sleepless sleep

let me awake when I sleep

and keep me asleep when I awake

on my sleepless sleep

Dari Sekian Banyak, Siapa?

Minggu, 11 Juli 2010

| 0 comments
Begitu banyak yang datang
Ada pula yang pergi

Ada yang tetap tinggal di hati
Tapi ada juga yang terlewat begitu saja

Tidak jarang yang memiliki "rasa" tersendiri

Tapi pada akhirnya, siapa yang akan tetap tinggal dan abadi?

kamu?

atau kamu?

Seandainya

Senin, 28 Juni 2010

| 1 comments
Seandainya saja.

Aku tidak pernah datang ke tempat itu.

Seandainya saja.

Aku tidak bertemu kamu.

Seandainya saja.

Aku tidak bertemu kalian.

Seandainya saja.

Aku tidak menerima tawaran itu.

Seandainya saja.

Aku terlalu kapitalis.

Seandainya saja.

Aku tidak pernah melukis sepatu.

Seandainya saja.

Aku tidak berurusan dengan para hantu.

Seandainya saja.

Aku tidak ikut masuk ke dalam kubangan lumpur itu.

Seandainya saja.

Setelah selesai aku langsung pergi dan tidak kembali.

Seandainya saja.

Kabel listrik itu tidak hilang.

Seandainya saja.

Aku tidak pernah berurusan dengan rajah.


Mungkin hidupku akan terus terasa statis.

tanpa adanya pergerakan dan sama sekali tidak dinamis.

Mungkin aku masih berada dalam dunia hitam seperti dulu.


Terkadang para hantu bisa memberikan kita lebih dari apa yang mereka tampakkan.

Dan kita tidak akan pernah bisa menduganya.


Hanya ucapan terima kasih yang bisa kukatakan.

Terima kasih.

Terima kasih.

Terima kasih.





puisi ini gw dedikasikan untuk "those certain people" yang sejak kenal memberikan gw banyak pengalaman, pekerjaan, dan.. banyak hal lainnya yang sangat bermanfaat. Thanks a lot guys. Allah bless you all.
Diberdayakan oleh Blogger.