brengsek, dari kemaren gw mo nge-post sama pengan ngaplot poto kagak bisa mulu, dah malem gini jadi males nge-post ah! taw ah! ngambek! ngga usah nge-post!
*lha? ini apa*
Balada Ujian Nasional hari terakhir
24 April 2008
Hari terakhir UAN
Mantap! Hari terakhir! kepala udah penuh dengan pikiran-pikiran yang lain, termasuk gue, gue sengaja bawa celana ganti karena menurut gue bakal turun hujan hari ini, apa ngaruhnya? Gue pengen maen ujan-ujanan untuk melepaskan semua beban!
Pagi hari berlangsung biasa, semua ngumpul, dan masuk seprti biasa, pelajaran pertama, Ekonomi! gila, gue udah ngeri duluan, gue paling kagak jago ekonomi, dengan bermodal soal-soal yang gue pelajari setelah dikasih penyelesaiannya sama bu Anissa, gue pelan-pelan membuka naskah soal UAN, dan... bingo! tidak sesulit yang gue bayangin! cukup mudah, kalau boleh dibilang. Tapi senyum gue ilang begitu gue ngeliat soal akuntansi, astaga... apa itu jurnal? apa itu HPP? apa itu pajak? makjan... semua yang pernah gue pelajarin dari mbak Frahmi langsung blank begitu aja, untung perlahan-lahan gue berhasil ngumpulin ingatan gue, dan akhirnya dengan napas senen-kemis, gue berhasil menyelesaikan tuh soal-soal laknat.
waktu istirahat, semua mulai tegang, bukan, bukan karena ujian berikutnya susah, tapi karena ngga sabar pengen menyelesaikan ujian Sosiologi, mata uji terakhir hari ini dan itu artinya UAN telah lewat!
saat semuanya masuk kelas lagi, dengan mantap kami mengerjakan soal-soal yang ada, dan... eureka! terima kasih pada pak Mujahid, yang terus menggojlok kami dengan soal-soal sosiologi yang membuat kami jadi makin mahir dalam mengerjakan soal. Sebagian besar soal UAN, persis dengan soal yang sering kami kerjakan, nah, hasilnya, setengah jam sebelum bel pulang, kami semua udah selesai dan tidur di kelas, tapi hasilnya... hmmmm... tau deh, semoga aja bagus, amin...
Begitu bel tanda selesai berbunyi, suasana sekolah yang tenang berubah total, dari tiap sudut, terdengar teriakan membahana yang dikeluarkan oleh seluruh angkatan gue, suasana jadi riuh, rusuh, penuh dengan teriakan sukacita karena akhirnya UAN berakhir.
"YIIIIIIHHHHHAAAAAAAA!"
"WWWOOOOOOAAAAAHHHHH!!!"
"YEEEEEEEEIII!!!"
"UGH! UGH! UGH!"
"WAAAAAAARGH!!!"
"GUUUUOOOOOOO!!!!"
"GROOOOOAARRR!!"
"OAK! OAK! OAK!"
begitulah kira-kira, suasana tahun 2008 di SMAN 71 berubah jadi kayak jaman megalitikum, penuh dengan teriakan dan raungan, jadi ngga heran kalo abis itu ada Rob Bredl, pemandu acara Killer Instinct dateng pengen ngeliput kita.
Dan rupanya, ngga ada Rob Bredl, pak Agus pun jadi, pak Agus dengan kameranya merekam aktivitas "moshing-moshing-seusai-ujian-nasional" yang terjadi secara spontan di lantai 2, dan yang dengan sukses juga membuat anak IPA terbengong-bengong, mungkin mereka berpikir bahwa mereka sedang melihat organisme dengan evolusi yang tidak sempurna.
anak-anak IPS yang memang terkenal rusuh (termasuk gue) lompat-lompat sambil tereak-tereak persis kayak lagi nonton konser metal, tapi tetep narsis, semuanya ngeliat kamera dengan muke norak (gue juga sih...). tapi itulah bentuk pelampiasan kami yang terpendam selam tiga hari.
Begitu puas menghancurkan tangga di lantai dua, akhirnya kami turun, dan berpindah ke kopoy, warkop kebanggaan anak-anak 71 angkatan gue, warung kopi yang kecil, tapi cozy abis, lebih cozy daripada Starbucks atau Coffee Bean, walaupun ngga ada Wi-Fi hotspot, dikelola oleh kakak beradik Madjid-Achim-Abdul yang berasal dari kuningan, tiga-tiganya kita panggil "A'a".
Tapi gue ngga ikut ke kopoy, gue memilih ujan-ujanan di tengah lapangan bareng Lebay Boy, tapi berakhir ngenes, karena bertepatan dengan gue maju ke tengah lapangan, ujan reda, semprul.
Akhirnya hari itu gue ngga jadi ujan-ujanan, dan gue menghabiskan waktu untuk menggila sambil foto-foto bareng Hasya sama Echa, pake kamera Echa yang bikin gue ngiler, kami bikin koreografi-koreografi imbisil bareng Sandy juga, sebelum akhirnya mereka pulang.
Sebelumnya, gue dan Lebay Boy yang lain berencana maen ke rumah Tukul buat melepas stress, tapi ngga jadi, karena dia abis dimarahin emaknya dan besok masih ada ujian praktek, akhirnya, kami berencana untuk pergi ke... rumah masing-masing, tapi Boim, Zoya dan Ismud berencana ke Karisma buat beli komik, biarlah, gue pulang sendiri sambil ber na-na-na-na ria.
Rupanya gue ngga jadi pulang sendiri, Fadli nebeng sama gue, rumahnya di Persada Golf, dan gue emang ngga berniat cepet-cepet pulang, jadilah gue antar dia sampe rumah sambil ngeliatin "makhluk ciptaan tuhan yang imut" yang kebetulan banyak berkeliaran di jalan, lumayan, penyegaran setelah UAN, wekekekekekekekekekekekekekek.
Setelah mengantar Fadli dengan selamat sampai rumah, gue kembali melarikan Bumblebe'e, motor mio kuning kesayangan gue yang kondisinya udah mengenaskan, ke rumah.
Sampai rumah, parkir, ganti baju dan makan seperti orang kesetanan, dan... main Pokemon... setelah bosan, gue lanjut baca novel sampe maghrib. Makan malam gue ramaikan dengan nonton Terminator 3 yang udah bebrapa kali gue tonton, tapi ya seru aja, ngga ada tontonan lagi kali yak, abisnya di tipi yang ada cuma sinetron kacangan yang bikin mual. Setelah pelemnya selesai, gue... nulis blog ini, dan, gue berencana untuk istirahat setelah nulis blog ini, karena besok ada ujian praktek bahasa dan gue belum laminating name tag, bah, kayak apaan aja pake name tag, ah sudahlah, gue akhiri dulu postingan gue hari ini, ini juga menandakan berakhirnya blog gue "Balada Ujian Nasional".
Sampai ketemu lagi, Wassalam.
Hari terakhir UAN
Mantap! Hari terakhir! kepala udah penuh dengan pikiran-pikiran yang lain, termasuk gue, gue sengaja bawa celana ganti karena menurut gue bakal turun hujan hari ini, apa ngaruhnya? Gue pengen maen ujan-ujanan untuk melepaskan semua beban!
Pagi hari berlangsung biasa, semua ngumpul, dan masuk seprti biasa, pelajaran pertama, Ekonomi! gila, gue udah ngeri duluan, gue paling kagak jago ekonomi, dengan bermodal soal-soal yang gue pelajari setelah dikasih penyelesaiannya sama bu Anissa, gue pelan-pelan membuka naskah soal UAN, dan... bingo! tidak sesulit yang gue bayangin! cukup mudah, kalau boleh dibilang. Tapi senyum gue ilang begitu gue ngeliat soal akuntansi, astaga... apa itu jurnal? apa itu HPP? apa itu pajak? makjan... semua yang pernah gue pelajarin dari mbak Frahmi langsung blank begitu aja, untung perlahan-lahan gue berhasil ngumpulin ingatan gue, dan akhirnya dengan napas senen-kemis, gue berhasil menyelesaikan tuh soal-soal laknat.
waktu istirahat, semua mulai tegang, bukan, bukan karena ujian berikutnya susah, tapi karena ngga sabar pengen menyelesaikan ujian Sosiologi, mata uji terakhir hari ini dan itu artinya UAN telah lewat!
saat semuanya masuk kelas lagi, dengan mantap kami mengerjakan soal-soal yang ada, dan... eureka! terima kasih pada pak Mujahid, yang terus menggojlok kami dengan soal-soal sosiologi yang membuat kami jadi makin mahir dalam mengerjakan soal. Sebagian besar soal UAN, persis dengan soal yang sering kami kerjakan, nah, hasilnya, setengah jam sebelum bel pulang, kami semua udah selesai dan tidur di kelas, tapi hasilnya... hmmmm... tau deh, semoga aja bagus, amin...
Begitu bel tanda selesai berbunyi, suasana sekolah yang tenang berubah total, dari tiap sudut, terdengar teriakan membahana yang dikeluarkan oleh seluruh angkatan gue, suasana jadi riuh, rusuh, penuh dengan teriakan sukacita karena akhirnya UAN berakhir.
"YIIIIIIHHHHHAAAAAAAA!"
"WWWOOOOOOAAAAAHHHHH!!!"
"YEEEEEEEEIII!!!"
"UGH! UGH! UGH!"
"WAAAAAAARGH!!!"
"GUUUUOOOOOOO!!!!"
"GROOOOOAARRR!!"
"OAK! OAK! OAK!"
begitulah kira-kira, suasana tahun 2008 di SMAN 71 berubah jadi kayak jaman megalitikum, penuh dengan teriakan dan raungan, jadi ngga heran kalo abis itu ada Rob Bredl, pemandu acara Killer Instinct dateng pengen ngeliput kita.
Dan rupanya, ngga ada Rob Bredl, pak Agus pun jadi, pak Agus dengan kameranya merekam aktivitas "moshing-moshing-seusai-ujian-nasional" yang terjadi secara spontan di lantai 2, dan yang dengan sukses juga membuat anak IPA terbengong-bengong, mungkin mereka berpikir bahwa mereka sedang melihat organisme dengan evolusi yang tidak sempurna.
anak-anak IPS yang memang terkenal rusuh (termasuk gue) lompat-lompat sambil tereak-tereak persis kayak lagi nonton konser metal, tapi tetep narsis, semuanya ngeliat kamera dengan muke norak (gue juga sih...). tapi itulah bentuk pelampiasan kami yang terpendam selam tiga hari.
Begitu puas menghancurkan tangga di lantai dua, akhirnya kami turun, dan berpindah ke kopoy, warkop kebanggaan anak-anak 71 angkatan gue, warung kopi yang kecil, tapi cozy abis, lebih cozy daripada Starbucks atau Coffee Bean, walaupun ngga ada Wi-Fi hotspot, dikelola oleh kakak beradik Madjid-Achim-Abdul yang berasal dari kuningan, tiga-tiganya kita panggil "A'a".
Tapi gue ngga ikut ke kopoy, gue memilih ujan-ujanan di tengah lapangan bareng Lebay Boy, tapi berakhir ngenes, karena bertepatan dengan gue maju ke tengah lapangan, ujan reda, semprul.
Akhirnya hari itu gue ngga jadi ujan-ujanan, dan gue menghabiskan waktu untuk menggila sambil foto-foto bareng Hasya sama Echa, pake kamera Echa yang bikin gue ngiler, kami bikin koreografi-koreografi imbisil bareng Sandy juga, sebelum akhirnya mereka pulang.
Sebelumnya, gue dan Lebay Boy yang lain berencana maen ke rumah Tukul buat melepas stress, tapi ngga jadi, karena dia abis dimarahin emaknya dan besok masih ada ujian praktek, akhirnya, kami berencana untuk pergi ke... rumah masing-masing, tapi Boim, Zoya dan Ismud berencana ke Karisma buat beli komik, biarlah, gue pulang sendiri sambil ber na-na-na-na ria.
Rupanya gue ngga jadi pulang sendiri, Fadli nebeng sama gue, rumahnya di Persada Golf, dan gue emang ngga berniat cepet-cepet pulang, jadilah gue antar dia sampe rumah sambil ngeliatin "makhluk ciptaan tuhan yang imut" yang kebetulan banyak berkeliaran di jalan, lumayan, penyegaran setelah UAN, wekekekekekekekekekekekekekek.
Setelah mengantar Fadli dengan selamat sampai rumah, gue kembali melarikan Bumblebe'e, motor mio kuning kesayangan gue yang kondisinya udah mengenaskan, ke rumah.
Sampai rumah, parkir, ganti baju dan makan seperti orang kesetanan, dan... main Pokemon... setelah bosan, gue lanjut baca novel sampe maghrib. Makan malam gue ramaikan dengan nonton Terminator 3 yang udah bebrapa kali gue tonton, tapi ya seru aja, ngga ada tontonan lagi kali yak, abisnya di tipi yang ada cuma sinetron kacangan yang bikin mual. Setelah pelemnya selesai, gue... nulis blog ini, dan, gue berencana untuk istirahat setelah nulis blog ini, karena besok ada ujian praktek bahasa dan gue belum laminating name tag, bah, kayak apaan aja pake name tag, ah sudahlah, gue akhiri dulu postingan gue hari ini, ini juga menandakan berakhirnya blog gue "Balada Ujian Nasional".
Sampai ketemu lagi, Wassalam.
Balada Ujian Nasional hari ke-2
|
Posted by
Aruga
0
comments
23 April
Hari kedua UAN
Begitu gue dateng ke sekolah, semua nampak normal, wajah-wajah sendu seperti kemarin sudah lenyap, walau masih terlihat kekhawatiran di sebagian anak IPA, jelas, hari ini mereka ada ujian kimia, wew.
Begitu Wida datang, dia sempat mengejutkan beberapa orang (bukan, dia ngga muncul dengan terjun payung), dia bilang, dia diikutin sama mobil pick up sejak dia keluar rumah, entah itu mobil satpol pp ato polisi ato yang paling kita takutkan, intel! Atau mungkin Wida yang terlalu khawatir, sehingga pikiran yang macem-macem pun datang (jangan ngeres dulu). Kenapa kita takut sama intel? well, gue ngga bisa ngejelasin hal itu secara gamblang, yang jelas pikiran kami ngga pernah lepas dari rasa khawatir sejak hari pertama UAN. Yang jelas, kabar tersebut cukup buat bikin beberapa orang panik.
Nah, akhirnya ujian Bahasa Inggris mulai, semua lancar, ngga ada hambatan berarti, listening section terdengar jelas, sampai akhir, semua terasa begitu mudah, hasilnya? ngga tau deh... gue juga sempat berbaik hati memberikan "Kunci Kelulusan" sama Atok yang udah stress.
lalu istirahat, tidak ada yang terjadi, semua aman, cuma bu yulfira keliling-keliling bawa kamera buat nge-shoot kegiatan setelah ujian, gue berkali-kali nongol di depan kamera, yes! ngetop! haha!
akhirnya kembali masuk, lanjut, Geografi! wew, soal yang menjebak, sebenarnya cukup mudah, tapi kalo ngga teliti dan konsen, wassalam... walaupun begitu, cukup menguras tenaga.
dan akhirnya waktu berakhir, dan waktu pulang tiba, setelah sholat Dzuhur berjamaah, gue dan Lebay Boy yang lain ngumpul di kantin, lagi-lagi sama, mungkin karena sudah lelah, ngga ada lawakan yang terlontar dari mulut Boim, Zoya makannya anteng, Ismud juga sibuk ngudak-ngudak makanannya. Akhirnya gue pulang duluan karena capek.
begitulah, hari ini ngga ada sesuatu yang menarik, dan besok hari terakhir, oyeah! kira-kira, apa yang terjadi besok? semoga bukan hal yang buruk, amin.
Hari kedua UAN
Begitu gue dateng ke sekolah, semua nampak normal, wajah-wajah sendu seperti kemarin sudah lenyap, walau masih terlihat kekhawatiran di sebagian anak IPA, jelas, hari ini mereka ada ujian kimia, wew.
Begitu Wida datang, dia sempat mengejutkan beberapa orang (bukan, dia ngga muncul dengan terjun payung), dia bilang, dia diikutin sama mobil pick up sejak dia keluar rumah, entah itu mobil satpol pp ato polisi ato yang paling kita takutkan, intel! Atau mungkin Wida yang terlalu khawatir, sehingga pikiran yang macem-macem pun datang (jangan ngeres dulu). Kenapa kita takut sama intel? well, gue ngga bisa ngejelasin hal itu secara gamblang, yang jelas pikiran kami ngga pernah lepas dari rasa khawatir sejak hari pertama UAN. Yang jelas, kabar tersebut cukup buat bikin beberapa orang panik.
Nah, akhirnya ujian Bahasa Inggris mulai, semua lancar, ngga ada hambatan berarti, listening section terdengar jelas, sampai akhir, semua terasa begitu mudah, hasilnya? ngga tau deh... gue juga sempat berbaik hati memberikan "Kunci Kelulusan" sama Atok yang udah stress.
lalu istirahat, tidak ada yang terjadi, semua aman, cuma bu yulfira keliling-keliling bawa kamera buat nge-shoot kegiatan setelah ujian, gue berkali-kali nongol di depan kamera, yes! ngetop! haha!
akhirnya kembali masuk, lanjut, Geografi! wew, soal yang menjebak, sebenarnya cukup mudah, tapi kalo ngga teliti dan konsen, wassalam... walaupun begitu, cukup menguras tenaga.
dan akhirnya waktu berakhir, dan waktu pulang tiba, setelah sholat Dzuhur berjamaah, gue dan Lebay Boy yang lain ngumpul di kantin, lagi-lagi sama, mungkin karena sudah lelah, ngga ada lawakan yang terlontar dari mulut Boim, Zoya makannya anteng, Ismud juga sibuk ngudak-ngudak makanannya. Akhirnya gue pulang duluan karena capek.
begitulah, hari ini ngga ada sesuatu yang menarik, dan besok hari terakhir, oyeah! kira-kira, apa yang terjadi besok? semoga bukan hal yang buruk, amin.
Balada Ujian Nasional
|
Posted by
Aruga
0
comments
22 April 2008
hari pertama UAN.
Shit, pagi-pagi disambut dengan cuaca mendung dan gerimis, pertanda buruk. Akbar datang pagi-pagi dan kita berangkat bareng, seperti biasa, gw naek motor sambil dengerin musik, tapi rasanya aneh, ngga seperti hari-hari biasa, pikiran melayang, perut mules, kacau, semuanya serba salah, mau benerin headset, tapi takut kenapa-napa (padahal dengerin musik sambil naek motor aja udah salah, wakakakakak), tapi emang pikiran bener-bener kacau, tiang lagi diem aja mau ditabrak, edan.
Nyampe sekolah, gw udah disambut sama senyuman penuh harap dari bu KD sang kepala sekolah. temen-temen gw lagi pada ngantri buat ngabsen pake sidik jari, Farah ngasih lembaran kunci jawaban soal ekonomi (bukan bocoran UAN!), disuruh bayar seceng pula... cuaca masih mendung, gerimis berubah jadi rintik-rintik syahdu (kayak apa tuh?) gw peratiin, muka temen-temen gw pada muka cerah, muka penuh harap, tapi, pada siang hari, semua akan berubah...
Yap, akhirnya bel masuk dimulai, disambut oleh jeritan teman-teman gue yang udah mulai nervous. pelajaran pertama, Bahasa Indonesia! bahasa kita, cukup melelahkan, karena banyak reading-nya, stamina gue langsung abis pada saat itu, gw salah strategi, gue terlalu konsentrasi, jadinya capek duluan... tapi semua berjalan lancar, jadi... tidak ada yang perlu diceritakan...
Nah... pelajaran yang kedua, Matematika! pelajaran yang turun dari neraka, yang merubah wajah penuh harap temen-temen gue jadi... nanti sajalah.
Detik-detik pertama begitu menegangkan, soal nomer 1, negasi, masih mudah... nomer 2, ingkaran, masih gampang... nomer 3, premis, okelah... tapi seterusnya? apa itu limit? apa itu persamaan kuadrat? apa itu faktorial? matriks? gue ngga ngeliat ada Keanu Reeves di situ... bah, untunglah dengan sedikit (sedikit? banjir kaleeeee) keringat dan sakit leher gue masih bisa ngerjain tuh soal, walaupun udah meregang nyawa. Gw sempet nengok ke arah temen-temen gue, sekalian, siapa tau dapet contekan, hehe...
tapi, ngeliat muka mereka, gw jadi ngga tega nanya...
Malya, rambutnya berantakan, matanya sayu, berkali-kali menarik napas panjang.
Doni, walau botak, mukanya yang berantakan, ngga tega deh.
Farah, cengengesan sendiri, tapi mukanya miris banget.
Banar, keringet jagung, berkali-kali garuk kepala.
Babe, berkali-kali ngeluh, matanya udah jereng melototin soal.
Gw? pengen jerit rasanya.
Jarum jam berjalan perlahan, detik, menit, jam... semua berjalan begitu lambat, akhirnya, tepat dua jam, gw berhasil ngisi soal nomer 17 dan 20 yang sulitnya bukan main, dengan napas lega dan penuh harap, gw ngumpulin soal dan jawaban kepada guru yang ngawas, dua orang, dari SMA 103 dan SMA 59.
Akhirnya penderitaan selama dua jam berakhir, dengan hasil yang terlalu sulit untuk diprediksi, kita cuma bisa berharap yang terbaik aja...
Begitu di luar ruangan, gw agak bingung, Gw ngeliat Ine nangis, mungkin memang soal IPA agak sulit. Agak? tunggu dulu... ngga cuma Ine! Erin, Harida, Hasya, Ulfa, Listy, Nina dan beberapa teman-teman gw yang mayoritas IPA nangis semua! Gw ngga bisa membayangkan seperti apa soal IPA. Tapi ngga cuma itu, anak IPS akhirnya kena imbasnya juga, Chiko tiba-tiba nangis di depan gw waktu lagi ngomongin ujian tadi, Wida juga gw liat cuma bisa nyender lemes di tembok lorong, gw ajak ngobrol aja sekalian berbagi kesusahan, karena gw juga ngerasain hal yang sama dengan yang lainnya, kepala gue pusing, dalam arti harafiah, kepala gue bener-bener sakit!
Gw sempet noleh ke arah tangga, di situ ada Andre yang terduduk lesu di depan tangga. Gw? speechless.
Suasana berubah drastis. Kalau paginya gw masih bisa ngeliat Harida, Erin, dan yang lainnya ketawa, siangnya, tidak ada tawa sama sekali, anak IPA maupun IPS, semua sama, mendung! Hujan deras pun turun mengguyur SMAN 71, sama dengan suasana hati kita saat itu, suram, mendung, gelap. Hujan yang turun udah seperti kumpulan air mata siswa-siswi 71 yang terkumpul. Semoga saja, air mata kami nanti berubah jadi air mata bahagia di hari kelulusan nanti, amin.
Tidak hanya itu, bahkan gue dan geng gue, para Lebay Boys, yang biasanya merusuh kantin, rasanya tidak punya gairah untuk melawak, semua garing, tidak mood.
pulang ke rumah, gw langsung istirahat sampe sore, abis maghrib langsung ngisi soal-soal geografi, bahkan gw masih kalut dan stress mikirin ujian tadi, untunglah, gw masih punya temen yang seenggaknya bisa sedikit bikin gue cengengesan, ada Nurul, Echa, dan Dina, temen gue di SMA 8.
Nah, hari ini penuh dengan duka dan sesuatu yang tidak terduga, semoga besok lebih baik lagi, amin.
GO FREUNDSCHAFT! KITA PASTI LULUS BERSAMA!!!
hari pertama UAN.
Shit, pagi-pagi disambut dengan cuaca mendung dan gerimis, pertanda buruk. Akbar datang pagi-pagi dan kita berangkat bareng, seperti biasa, gw naek motor sambil dengerin musik, tapi rasanya aneh, ngga seperti hari-hari biasa, pikiran melayang, perut mules, kacau, semuanya serba salah, mau benerin headset, tapi takut kenapa-napa (padahal dengerin musik sambil naek motor aja udah salah, wakakakakak), tapi emang pikiran bener-bener kacau, tiang lagi diem aja mau ditabrak, edan.
Nyampe sekolah, gw udah disambut sama senyuman penuh harap dari bu KD sang kepala sekolah. temen-temen gw lagi pada ngantri buat ngabsen pake sidik jari, Farah ngasih lembaran kunci jawaban soal ekonomi (bukan bocoran UAN!), disuruh bayar seceng pula... cuaca masih mendung, gerimis berubah jadi rintik-rintik syahdu (kayak apa tuh?) gw peratiin, muka temen-temen gw pada muka cerah, muka penuh harap, tapi, pada siang hari, semua akan berubah...
Yap, akhirnya bel masuk dimulai, disambut oleh jeritan teman-teman gue yang udah mulai nervous. pelajaran pertama, Bahasa Indonesia! bahasa kita, cukup melelahkan, karena banyak reading-nya, stamina gue langsung abis pada saat itu, gw salah strategi, gue terlalu konsentrasi, jadinya capek duluan... tapi semua berjalan lancar, jadi... tidak ada yang perlu diceritakan...
Nah... pelajaran yang kedua, Matematika! pelajaran yang turun dari neraka, yang merubah wajah penuh harap temen-temen gue jadi... nanti sajalah.
Detik-detik pertama begitu menegangkan, soal nomer 1, negasi, masih mudah... nomer 2, ingkaran, masih gampang... nomer 3, premis, okelah... tapi seterusnya? apa itu limit? apa itu persamaan kuadrat? apa itu faktorial? matriks? gue ngga ngeliat ada Keanu Reeves di situ... bah, untunglah dengan sedikit (sedikit? banjir kaleeeee) keringat dan sakit leher gue masih bisa ngerjain tuh soal, walaupun udah meregang nyawa. Gw sempet nengok ke arah temen-temen gue, sekalian, siapa tau dapet contekan, hehe...
tapi, ngeliat muka mereka, gw jadi ngga tega nanya...
Malya, rambutnya berantakan, matanya sayu, berkali-kali menarik napas panjang.
Doni, walau botak, mukanya yang berantakan, ngga tega deh.
Farah, cengengesan sendiri, tapi mukanya miris banget.
Banar, keringet jagung, berkali-kali garuk kepala.
Babe, berkali-kali ngeluh, matanya udah jereng melototin soal.
Gw? pengen jerit rasanya.
Jarum jam berjalan perlahan, detik, menit, jam... semua berjalan begitu lambat, akhirnya, tepat dua jam, gw berhasil ngisi soal nomer 17 dan 20 yang sulitnya bukan main, dengan napas lega dan penuh harap, gw ngumpulin soal dan jawaban kepada guru yang ngawas, dua orang, dari SMA 103 dan SMA 59.
Akhirnya penderitaan selama dua jam berakhir, dengan hasil yang terlalu sulit untuk diprediksi, kita cuma bisa berharap yang terbaik aja...
Begitu di luar ruangan, gw agak bingung, Gw ngeliat Ine nangis, mungkin memang soal IPA agak sulit. Agak? tunggu dulu... ngga cuma Ine! Erin, Harida, Hasya, Ulfa, Listy, Nina dan beberapa teman-teman gw yang mayoritas IPA nangis semua! Gw ngga bisa membayangkan seperti apa soal IPA. Tapi ngga cuma itu, anak IPS akhirnya kena imbasnya juga, Chiko tiba-tiba nangis di depan gw waktu lagi ngomongin ujian tadi, Wida juga gw liat cuma bisa nyender lemes di tembok lorong, gw ajak ngobrol aja sekalian berbagi kesusahan, karena gw juga ngerasain hal yang sama dengan yang lainnya, kepala gue pusing, dalam arti harafiah, kepala gue bener-bener sakit!
Gw sempet noleh ke arah tangga, di situ ada Andre yang terduduk lesu di depan tangga. Gw? speechless.
Suasana berubah drastis. Kalau paginya gw masih bisa ngeliat Harida, Erin, dan yang lainnya ketawa, siangnya, tidak ada tawa sama sekali, anak IPA maupun IPS, semua sama, mendung! Hujan deras pun turun mengguyur SMAN 71, sama dengan suasana hati kita saat itu, suram, mendung, gelap. Hujan yang turun udah seperti kumpulan air mata siswa-siswi 71 yang terkumpul. Semoga saja, air mata kami nanti berubah jadi air mata bahagia di hari kelulusan nanti, amin.
Tidak hanya itu, bahkan gue dan geng gue, para Lebay Boys, yang biasanya merusuh kantin, rasanya tidak punya gairah untuk melawak, semua garing, tidak mood.
pulang ke rumah, gw langsung istirahat sampe sore, abis maghrib langsung ngisi soal-soal geografi, bahkan gw masih kalut dan stress mikirin ujian tadi, untunglah, gw masih punya temen yang seenggaknya bisa sedikit bikin gue cengengesan, ada Nurul, Echa, dan Dina, temen gue di SMA 8.
Nah, hari ini penuh dengan duka dan sesuatu yang tidak terduga, semoga besok lebih baik lagi, amin.
GO FREUNDSCHAFT! KITA PASTI LULUS BERSAMA!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.